Laporan #Haji2015: Demam Batu Cincin Menjalar ke Madinah

KABARHUKUM-Madinah | Demam batu cicin tidak hanya dirasakan di Indonesia tetapi juga terbawa hingga ke Madinah. Kini batu cicin telah menjadi oleh-oleh alternatif bagi para jemaah, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari seluruh dunia. Apalagi, kawasan Timur Tengah dan juga Madinah juga sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan batu cincin di dunia.

Penjual dan pembeli batu cincin di pasar Madinah.  (foto: Muja HD-kabarhukum.com)
Penjual dan pembeli batu cincin di pasar Madinah.
(foto: Muja HD-kabarhukum.com)

Harga batu cicin yang dijual di pinggir pasar ini relatif murah, hanya 5 riyal (kurang lebih Rp 20 ribu). Murah memang, namun harganya sebanding dengan kualitas batu yang ditawarkan.

Makanya jika Anda belanja batu di plaza setempat harganya pasti akan berbeda. Berkisar 25 riyal (kurang lebih Rp 100 ribu), itupun tergantung jenis batunya. Semakin bagus semakin mahal harganya.

Salah seorang jemaah asal Indonesia mengatakan oleh-oleh batu cincin ini menjadi oleh alternatif. Selain harganya yang terjangkau, batu cicin ini juga mudah dimasukkan ke dalam koper.

“Tidak berat dan tidak makan tempat yang banyak. Apalagi di Indonesia masih demam batu cincin, semua pasti senang menerimanya,” pungkas jemaah yang enggan disebutkan namanya ini. (*)


laporan: Muja HD

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda