Malang Nian, Gadis Manis ini Jadi Korban Hipnotis

KABARHUKUM-MEDAN | Modus baru penipuan pelaku kejahatan tampaknya semakin beragam dan membuat kita harus lebih waspada dalam mempercayai orang yang baru dikenal. Kali ini, Indriani (19), harus kehilangan barang-barang berharganya berupa tas yang berisi berkas pendaftaran mahasiswa dan dua unit Hp merek Samsung dan Nokia serta uang sejumlah 80 ribu. Warga Asrama Arteleri Medan (Armed) Delitua ini, menjadi korban hipnotis seorang pria tak dikenal yang mengaku membutuhkan pertolongan, Sabtu (29/8/2015).

Korban hipnotis, Indriyani saat mengisahkan kejadian yang menimpanya (foto: adek siahaan-kabarhukum.com)
Korban hipnotis, Indriyani (berhijab) saat mengisahkan kejadian yang menimpanya
(foto: adek siahaan-kabarhukum.com)

Kepada kabarhukum.com, gadis berhijab dan berparas manis ini dengan sedih mengisahkan kejadian yang menimpanya tersebut. Awalnya, usai dari acara gladi resik Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru UMSU, ia keluar dari gerbang belakang tepatnya Jalan Ampera Glugur Darat II Medan. Ia menunggu sang kakak yang akan menjemputnya pulang.

“Saya baru keluar dari kampus bang, lewat gerbang belakang, tiba-tiba ada seorang pria dengan kondisi luka pada tangannya datang menanyakan rumah sakit atau Warung Telekomunikasi (Wartel) terdekat.” Kata Indriani.

Merasa iba, lanjut Indriani, saya pun menawarkan ponsel saya untuk digunakan pria tersebut. “Memang luka tangannya bang, katanya ia ingin berobat, tapi gak tau di mana rumah sakit terdekat, pulsanya pun lagi habis makanya aku tawarkan HP aku dipakainya bang,” jabarnya.

Lanjut Indriani, sambil menggunakan hp miliknya yang diselipkan diantara helm yang dikenakan pelaku, pelaku pun menyuruhnya naik ke boncengan sepeda motor pelaku untuk menunjukkan rumah sakit terdekat.

“Iya bang, aku kasihan nengok nya, terus omongannya sangat meyakinkan aku, maka aku mau naik diboncengan keretanya dengan janji ia akan mengantarkan aku kembali ke gerbang kampus.” Ujarnya.

Di atas kendaraan yang tengah melaju itu, tambah Indriani, pelaku menyuruhnya mencatat nama-nama obat yang disebutkan pelaku sembari mengatakan kepadanya agar tas miliknya ditaruh di bagian depan sepeda motor. “Berat kali tas mu itu, taruh di depan saja, terus, tolong catatkan nama-nama obat ini,” cerita korban menirukan pelaku.

Usai menuliskan nama-nama obat tersebut, kata korban, ia pun menyerahkan secarik kertas catatan itu. Namun, mungkin karena seperti itu modusnya untuk memperdaya korban, pelaku pun sengaja membuang kertas catatan itu, setelah terbang ditiup angin, aku pun disuruhnya mencari kertas itu.

“Karena aku sudah percaya, aku turun dari kereta dan berusaha mencari kertas tersebut, namun malang, ketika aku turun dari kereta, pria tersebut pun berlalu dengan membawa tas ku yang berisi berkas pendaftaran mahasiswa dan dua unit Hp merek Samsung dan Nokia serta uang sejumlah 80 ribu.” Katanya.

Meski demikian kejadian yang dialaminya, gadis berhijab ini masih mensyukurinya karena ia selamat dan hanya berkas pendaftaran serta sejumlah uang dan hp yang hilang. Ia pertama kali ditolong oleh Affan, salah seorang staf pengajar di UMSU yang kebetulan melihat korban kebingungan saat diturunkan pria tersebut tepat di bundaran Glugur, Jalan Adam Malik Medan.(*)


 

laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda