Centre Point “Kebakaran”, Polsek Medan Timur: Api Bukan dari Cafe Tapi Genset di Sebelah Mall

KABARHUKUM-Medan | Malam Ahad (30/8/2015) tadi, memang agak heboh. Pasalnya, Mall Centre Point yang terletak di Jalan Jawa dan berhadapan langsung dengan Polsek Medan Timur, diinformasikan terbakar. Info yang didapat kabarhukum.com di lokasi kejadian pada malam tadi, menunjukkan, kata “kebakaran” memang mesti diletakkan pakai tanda petik.

Gedung Centre Point. (foto: net)
Gedung Centre Point. (foto: net)

Namun, Ahad (31/8/2015) tadi sore, konfirmasi dari pihak kepolisian didapat tim kabarhukum.com. Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Timur, AKP Alexander Piliang, menampik beredarnya kabar tentang bangunan Mall Centre Point yang berada di Jalan Jawa, Medan terbakar, Ahad (30/8/2015). Apalagi disebutkan sumber api berasal dari salah satu restaurant cepat saji yang berada di dalam bangunan Centre Point tersebut.

Dikatakan Alex, kebakaran tersebut memang ada, tapi bukan berasal dari salah satu restaurant yang berada di dalam bangunan Centre Point. “Mesin Genset yang terbakar, itupun di areal bangunan yang sedang dalam pengerjaan, tepat di samping bangunan Mall Centre Point,” kata Alex, lewat sambungan telepon, Ahad (30/8) sekitar pukul pukul 15:30 Wib.

Lebih lanjut Alex menerangkan, Genset yang terbakar tersebut digunakan para pekerja bangunan untuk menggerakkan alat pengangkat bahan material ringan guna mendukung pembangunan gedung yang bersebelahan dengan Mall Centre Point. “Mesin Genset itu yang terbakar itu berguna untuk menggerakkan alat pengangkat bahan material ringan,” terang Alex.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa bangunan Mall Centre Point terbakar. Menurut kabar tersebut, api berasal dari dapur foodcourt yang berada di lantai 3. Beruntung, api berhasil dijinakkan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di tempat.‬

Pantauan kabarhukum.com di Centre Point, pada Ahad (30/8/2015) dinihari, sejumlah warga mendatangi lokasi ingin memastikan kebenaran kabar kebakaran tersebut.‬ Petugas satuan pengamanan (satpam) pun tampak kompak melarang wartawan memasuki lokasi untuk memastikan kabar itu. (*)


laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda