Krisis Ekonomi Masyarakat Akibatkan Registrasi Ulang Mahasiswa Baru di UMSU Terhambat

KABARHUKUM-Medan | Di tahun ajaran 2015-2016 ini, pendaftar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara mempu menembus angka 9.000. Angka tersebut menaik cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Begitupun, ada kendala pada prosesnya registrasi mahasiswa yang lulus ujian masuk UMSU.

Radiman Nasution MSi
Radiman Nasution MSi

Disebutkan, menurunnya nilai tukar rupiah ke dollar Amerika Serikat, juga merembet pada perekonomian ekonomi masyarakat di kalangan menengah ke bawah di Sumut, khususnya terhadap orang tua, wali atau pendana mahasiswa yang akan mendaftar di UMSU.

Kepala Biro Kemahasiswaan (Kabimawa) UMSU, Radiman Nasution juga meyakini hal tersebut. Saat wawancara khusus di ruangannya kepada kabarhukum.com di Gedung Rektorat UMSU, di Jl Mukhtar Basri No 3 Medan, Sabtu (28/8/2015) sore, Radiman menjelaskan, dampak anjloknya rupiah sangat mempengaruhi di kalangan mahasiswa baru. Hal ini digambarkan dengan lambannya proses pendaftaran ulang calon mahasiswa.

Menurut dia, di tahun sebelumnya, proses pendaftaran ulang tidak selambat di tahun ini. Meski krisis ekonomi kali ini tidak separah di tahun 1998 lalu, Radiman berpendapat jika krisis di tahun ini cukup berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Sekarang ‘kan kita lihat terjadi semacam krisis moneter ya. Ekonomi masyarakat juga agak sedikit melemah, kita juga merasakan efeknya itu, sehingga mahasiswa yang mendaftar ulang juga lebih cenderung kepada akhir-akhir mau penutupan registrasi,” kata dia.

Menurut dia, biasanya tahun-tahun yang lalu, pendaftaran ulang ini bisanya tidak begitu lama jedanya. “Setelah dia lulus, dia langsung daftar (ulang). Tapi untuk tahun ini, karena adanya mungkin krisis moneter, walaupun tidak separah tahun 1998, tapi kita merasakan proses registrasi ulang jalannya agak sedikit lamban,” jelas Radiman. (*)


laporan: Dhabit Barkah Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda