Bolehkah Salat Dhuha Berjamaah, Ini Hukumnya

KABARHUKUM |  Salah satu Salat Sunnah yang sangat banyak manfaatnya adalah Salat Dhuha. Dimana dengan Salat Dhuha, maka kita akan dipermudah dalam hal rezeki. Untuk waktunya, Salat Dhuha dapat kita lakukan mulai terbitnya matahari bi qodri rumhin (jam 7-an) sampai condongnya matahari ke arah barat. Hukum Salat Dhuha adalah Sunnah muakkad. Nah, bagaimana bila kita hendak melakukan Salat Dhuha berjamaah, apa boleh, kalau boleh bagaimana hukumnya ?

Diriwayatkan dari ‘Itbaa bin Malik:

“Sesungguhnya Rasulullah ShallaLaah Alaih Wasallam Shalat Dhuha di rumah beliau, maka para sahabat berdiri dibelakang beliau, kemudian mereka Shalat dengan mengikuti Shalat beliau.” [Fathul Barii, 4/177]

Imam Ibnu Hajar mengatakan, bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Wahb.

Dari hadits tersebut, dapat dipahami bahwasanya tidak masalah (mubah) ketika Shalat sunnah Dhuha dilaksanakan secara berjamaah.

Imam An Nawawi mengatakan: “Boleh (mubah) melaksanakan Shalat sunnah secara berjama’ah, tetapi alangkah lebih baiknya jika dilakukan sendiri, kecuali Shalat sunnah yang khusus, yaitu: Shalat ‘ied, kusuuf, istisqoo’, begitu pula Shalat tarawih, menurut mayoritas Ulama.” [Syarah Muslim, 3/105]

Rasulullah Sallallah ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Maka Salatlah wahai para manusia didalam rumah-rumah kalian. Maka sesungguhnya lebih utama-utamanya Salat yaitu Shlatnya orang dirumahnya, kecuali Salat maktubah.” [HR. Bukhari, 731]

Jadi kesimpulannya, diperbolehkan Salat Dhuha berjamaah, tetapi lebih baik lagi ketika dilaksanakan secara sendiri, kecuali Salat-Salat sunnah yang khusus, yaitu: Salat sunnah ‘Ied, Kusuuf, Istisqoo’, dan juga Salat Tarawih menurut mayoritas Ulama, seperti pendapat Imam An Nawawi.

Untuk diketahui keutamaan dari Salat sunnah Dhuha, diantaranya adalah hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini setiap pagi adalah:

“Barang siapa melakukan Salat Dhuha dengan dilanggengkan, maka Allah akan mengampuni dosanya, walaupun dosanya sebanyak buih lautan.” [HR. Tirmidzi]

“Barang siapa keluar untuk melaksanakan Salat Dhuha, maka pahalanya seperti pahalanya orang yang melaksanakan umrah.” [Shahih At-Targhib, 673]

“Barang siapa melaksanakan Salat Dhuha 4 rakaat dan 4 rakaat sebelumnya, maka dia akan dibangunkan rumah di surga.” [Shahih Al-Jami’:634]

Setiap pagi adalah shadaqah atas setiap ruas anggota badan dari salah satu dari kalian semua. Setiap tasbih adalah shadaqah, dan setiap tahmid adalah shadaqah, dan setiap tahlili adalah Shadaqah, dan setiap takbir adalah shadaqah, dan menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, dan mencegah dari perbuatan yang mungkar adalah shadaqah. Dan itu semua dapat dicukupkan dengan 2 rakaat Salat Dhuha. [HR. Muslim]


editor: ki andang
sumber: hukum-islam

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda