Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api

Kebakaran hutan

KABARBARHUKUM-Jakarta | Tahukah anda perusahan (korporasi) yang paling banyak menyumbang titik api yang mengakibatkan bencana asap melanda Sumatera dan Kalimantan ?

Kebakaran hutan
Kebakaran hutan

Beberapa waktu yang lalu LSM lingkungan Walhi menyebut perusahaan grup Wilmar dan Sinarmas yang berkontribusi paling banyak terhadap titik api pada periode Januari – September 2015.

Dilansir portalkbr.com, Manajer Kampanye Eksekutif Nasional Walhi Edo Rakhman mengatakan dari hasil overlay (analisa tumpang susun) titik api dengan konsensi perusahaan menunjukkan bahwa di empat provinsi (Jambi, Sumsel, Riau, dan Kalteng) terdapat 27 perusahaan dari Grup Wilmar dan 19 perusahaan dari grup Sinarmas yang teridentifikasi areal konsesinya teradi kebakaran hutan dan lahan.

“Secara korporasi kami mengidentifikasi ada beberapa grup besar yang turut menyumbang kebakaran hutan dan lahan di tahun 2015,” kata Edo Rakhman, Kamis (1/10).

Di Propinsi Kalimantan Tengah titik api tertinggi teridentifikasi berada pada areal konsesi 14 anak perusahaan Wilmar dan 3 anak perusahaan Sinarmas.

Untuk Riau, perusahaan yang paling tinggi terjadi kebakaran di areal konsesinya adalah Sinarmas sebanyak enam anak perusahaan dan enam grup April.

Untuk Sumatera Selatan yang tertinggi ada 11 anak perusahaan Wilmar yang terjadi kebakaran hutan dan lahan di areal konsesinya serta delapan anak perusahaan Sinarmas, serta empat anak perusahaaan Grup Sampoerna.

Di Jambi ada dua anak perusahaan Sinarmas dan dua dari grup Wilmar yang teridentifikasi terjadi kebakaran.

Sejak Januari lalu, kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan sudah menghanguskan lebih dari 190 ribu hektar.

KLH Enggan Ambil Tindakan

Namun anehnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sepertinya enggan menindak Perusahaan Sinar Mas dan Wilmar terkait dugaan pembakaran hutan dan lahan tersebut. Alasannya pengawasan dan penjatuhan sanksi diberlakukan pada perusahaan pemegang izin di lapangan. Direktur Sanksi Administratif KLHK Kemal Anas mengatakan, pihaknya tidak mempedulikan status kemitraan atau afiliasi perusahaan.

“Perusahaan di lapangan itu, punya konsesi-konsesinya masing-masing. Ini sekian hektare punya PT ini, ini punya ini, punya ini. Gitu aja. Karena izinnya masing-masing. Bahwa itu grup mana itu tidak penting bagi kita. Yang penting manajemen itu yang harus kita tindak. Bisa jadi memang kedua perusahaan itu, tapi tidak secara eksplisit ada. Saya tidak tahu juga malah, Wilmar itu yang mana, saya nggak tahu,” kata Kemal.

Seperti diketahui Grup Wilmar adalah korporasi yang dimiliki oleh konglomerat Robert Kook dan Grup Sinar Mas adalah milik Taipan Eka Tjipta Widjaja.

Sebelumnya, Pemerintah Singapura berencana menggugat lima perusahaan yang bergerak memproduksi kertas dan sawit di Indonesia. Singapura menganggap kelima perusahaan itu bertanggungjawab atas pembakaran lahan yang membuat Singapura dikepung asap.

Kelima perusahaan itu adalah Asia Pulp and Paper (APP) anak perusahaan grup konglomerat Sinarmas, Rimba Hutani Mas, Sebangun Bumi Andalas Wood Industries, Bumi Sriwijaya Sentosa, dan Wachyuni Mandira.

Sementara itu LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemerintah menggunakan hak negara untuk menggugat dan meminta pertanggungjawaban kepada perusahaan yang terlibat pembakaran hutan. Hak gugat itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam pasal 90 berbunyi, “Instansi pemerintah dan pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang lingkungan hidup berwenang mengajukan gugatan ganti rugi dan tindakan tertentu terhadap usaha dan/atau kegiatan yang menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang mengakibatkan kerugian lingkungan hidup”. (*)

ARTIKEL TERKAIT

70 Thoughts to “Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api”

    1. binar

      Bertahun2 yll HOT SPOT / titik api dalam tanah – lah yg di expose sbg penyebab ASAP setiap musim kemarau, di samping akibat pembukaan lahan/perluasan lahan & juga akibat pembakaran sawah kelar masa panen (ini dampaknya minim). HOT SPOT tsb sudah terdeteksi ratusan jumlahnya di hutan2 Kalimantan, Sumatera, Jambi – jauh-jauh hari sebelum “musim” asap yaitu saat kemarau tiba. Seharusnya bisa diantisipasi tapi nyatanya ASAP terjadi merajalela. SEKARANG… HOT SPOT hampir tidak di singgung lagi di media massa nasional apalagi media online & CUMA swasta yg 100 % dikambing hitam ? Pemerintah yg gagal antisipasif TIDAK PERNAH SALAH ? Kenapa pemerintah melulu meng-kambing hitamkan swasta & di-ekpose pula hingga menyejurus SARA ? Dulu banjir, tanah longsor yg dikambing hitamkan pemilik HPH sampai penjual kayu skala kecil. Sebelumnya KRISMON, dolar naik 400% , hingga suku bunga pinjaman melonjak .. kreditur pula yg jd kambing hitam. Pernah pula akhir 90-an seorang distributor beras di Tuban, Blitar (Jawa Timur) terancam hukum mati DITUDUH menimbun GARA2 pemerintah saat itu tak mau disalahkan atas macetnya transportasi / distribusi beras & ketidak satablian pasar akibat huru hara politik SARA saat itu. Untunglah Ulama & Karang Taruna setempat “pasang badan” sbg penjamin ybs karena tahu yg sebenarnya (baca harian SURYA). Jika tidak, isu SARA tersulut. Emang kalian taw ?

  1. Klo bener demikian pengen rasis aja rasanya, org2 macam mereka gk tau rasa syukur n trima kasih sama indonesia

    1. lee kwan yew

      Tenang dulu, kalimatnya “turut menyumbang kebakaran”
      Tapi peranannya sejauh apa
      Lagipula ini perorangan, jangan dilihat ras nya.

      1. TANGKAP dan PENJARAKAN tp JANGAN RASIS !!!

      2. Yg 1 ras menampik :V … Nah klo begitu coba dong dewi kwan im tu bresin kebakaran lahan…

        1. Apa hubungannya ama dewa dewi ?
          Awalnya cuma urusan kebakaran, trus merembet ke ras, trus merembet ke agama? Kalo kayak gitu mah sama aja kayak bikin lingkaran setan.
          Emangnya anda pernah diapain ama ras keturunan cina Indonesia?
          Baca sejarah sono, laksamana ceng ho adalah seorang muslim, dan banyak lagi pedagang dari cina yg menyebarkan islam di nusantara…. Indonesia dibangun oleh semua suku2 yg ada di nusantara, bukan cuma oleh 1 suku saja.
          Bangsa yang melupakan sejarahnya adalah bangsa yg menuju kehancuran.

        2. hendry

          oi goblok.kao g sekolah ya?
          mau cri ribut???
          yang salah ya diadili.
          kao g usa sok suci…
          kao pikir ini negara bapak kau?
          mikir………..jangan pake pantat…..

        3. seseorangdisana

          ahhh, comment kamu ini manas2in aja isinya… comment kayak gini mah gak ada bedanya sama pelaku pembakaran hutan… kamu juga suka membakar,,, membakar emosi… gak ada bedanya… hahahhaha…
          kalau cuma mau jadi provokator gak usah comment…

        4. guitarlover

          goblok koq dipiara sih?kl bodoh ya belajar dlu..jgn bacot ga karuan…salah2 mati d jalan ente

      3. Donnie

        Kita gak lihat rasnya .. tapi perusahaannya …

    2. situmeang

      Jangan kau rasis goblok, salahkan orang yang bakar anjing! Jangan salahkan sama orang yang tak berdosa

    3. andre

      hahaha dia cuma membayar…yang di bayar kok mau ya? kira2 yg dibayar ras nya ras apa? kalo gue ras nya ras ayam pejantan 😛 😛

    4. edy s

      Jangan gitu mas bro… aku yg ada di lokasi jd tau seperti apa yg sebenarnya…. kami habiskan banyak uang utk padamkan api… sekarang balik tanya apa pemerintah pikirkan nasip masyarakat yang ingin buka lahan hanya utk sekedar mengisi perut mereka. Salahkah mereka jika irigasi tidak ada mereka bertanam hanya saat musim hujan makanya saat kemarau mereka membakar lahan garapan mereka yang kebetulan ada dalam lokasi HGU sebuah perusahaan. Mas wartawan juga jangan sajikan berita yg tidak berimbang. Perusahaan ini melakukan stacking mekanis terakhir tahun 2011 jadi saat ini tidak melakukan pembukaan lahan lagi kenapa mereka membakar lahan. Satu lagi nilai satu pokok sawit costnya puluhan juta utk merawatnya masak mereka mau assetnya terbakar….. think smart mas bro…. dg setiap berita yg ada.

    5. yudi

      Bener jangan rasis bro…nama saya yudi suku minang asli dari padang beristrikan keturunan orang jawa…memang betul pemilik perusahaan orang tiongha…tapi itu pelaku berbuat sendiri bro bukan kompak smua orang tiongha pelakunya…disini juga banyak mereka terkena imbas dari asap tersebut.dan gak smua dari mereka yang kaya..disini kita gak usah berpikiran sempit..kapan kita bangsa indonesia ini majunya kalau masih punya pikiran sempit kayak gitu…sory bro bukan maksud menggurui tp alangkah baiknya di saat kami yg terkena musibah disini jangan dipanasi dengan unsur rasis tsb.trima kasih

  2. Venom

    Lee kwan yew

    Jadi klw turut menyumbang kebakaran tu gmn? Boleh ya?terus bangga?atw sebuah prestasi?
    Pemilik perusahaan spt itu memang patut dihukum mati. Udah menumpang di negeri orang, berbuat sesuka hati. Ciri2 penjajahan modern

    1. hendry

      oi goblok…..kao pikir ini negara bapak kau?????
      kalo kao hebat kau adili dia.
      jangan bacot aja kao.
      yang salah apapun suku dan rasnya harus dihukum.

      1. Hendry anjing

        Kwq yang goblok anjing. Kami bayar pajak suka” kami koment lah. Macam punya bapak kau aja nih indo. Bapak kau lah njing!

    2. seseorangdisana

      yang membakar sih jelas bukan pemilik perusahaanya… tapi anak buahnya… hahaha… yang nyuruh juga pasti manager2 bagiannya… hahhaa

  3. Fuad

    coba itu yg ngebakar beserta big bossnya dihukum dengan cara dimasukan diasapi selama seminggu penuh sel khususnya, niscaya jera mereka.

  4. Gilbert

    Apakah yg membakar memang orang dari perusahaan ..?.
    Atau yg membakar adalah masyarakat atau orang ke tiga..??

    Inilah yg perlu kita selidiki dulu jangan langsung memfonis perusahaannya…

    1. binar

      Bertahun2 yll HOT SPOT / titik api dalam tanah – lah yg di expose sbg penyebab ASAP setiap musim kemarau, di samping akibat pembukaan lahan/perluasan lahan & juga akibat pembakaran sawah kelar masa panen (ini dampaknya minim). HOT SPOT tsb sudah terdeteksi ratusan jumlahnya di hutan2 Kalimantan, Sumatera, Jambi – jauh-jauh hari sebelum “musim” asap yaitu saat kemarau tiba. Seharusnya bisa diantisipasi tapi nyatanya ASAP terjadi merajalela. SEKARANG… HOT SPOT hampir tidak di singgung lagi di media massa nasional apalagi media online & CUMA swasta yg 100 % dikambing hitam ? Pemerintah yg gagal antisipasif TIDAK PERNAH SALAH ? Kenapa pemerintah melulu meng-kambing hitamkan swasta & di-ekpose pula hingga menyejurus SARA ? Dulu banjir, tanah longsor yg dikambing hitamkan pemilik HPH sampai penjual kayu skala kecil. Sebelumnya KRISMON, dolar naik 400% , hingga suku bunga pinjaman melonjak .. kreditur pula yg jd kambing hitam. Pernah pula akhir 90-an seorang distributor beras di Tuban, Blitar (Jawa Timur) terancam hukum mati DITUDUH menimbun GARA2 pemerintah saat itu tak mau disalahkan atas macetnya transportasi / distribusi beras & ketidak satablian pasar akibat huru hara politik SARA saat itu. Untunglah Ulama & Karang Taruna setempat “pasang badan” sbg penjamin ybs karena tahu yg sebenarnya (baca harian SURYA). Jika tidak, isu SARA tersulut.

  5. neny

    pembunuhan masal dan dilakukan oleh perusahaan besar untuk target besar

    1. binar

      Bertahun2 yll HOT SPOT / titik api dalam tanah – lah yg di expose sbg penyebab ASAP setiap musim kemarau, di samping akibat pembukaan lahan/perluasan lahan & juga akibat pembakaran sawah kelar masa panen (ini dampaknya minim). HOT SPOT tsb sudah terdeteksi ratusan jumlahnya di hutan2 Kalimantan, Sumatera, Jambi – jauh-jauh hari sebelum “musim” asap yaitu saat kemarau tiba. Seharusnya bisa diantisipasi tapi nyatanya ASAP terjadi merajalela. SEKARANG… HOT SPOT hampir tidak di singgung lagi di media massa nasional apalagi media online & CUMA swasta yg 100 % dikambing hitam ? Pemerintah yg gagal antisipasif TIDAK PERNAH SALAH ? Kenapa pemerintah melulu meng-kambing hitamkan swasta & di-ekpose pula hingga menyejurus SARA ? Dulu banjir, tanah longsor yg dikambing hitamkan pemilik HPH sampai penjual kayu skala kecil. Sebelumnya KRISMON, dolar naik 400% , hingga suku bunga pinjaman melonjak .. kreditur pula yg jd kambing hitam. Pernah pula akhir 90-an seorang distributor beras di Tuban, Blitar (Jawa Timur) terancam hukum mati DITUDUH menimbun GARA2 pemerintah saat itu tak mau disalahkan atas macetnya transportasi / distribusi beras & ketidak satablian pasar akibat huru hara politik SARA saat itu. Untunglah Ulama & Karang Taruna setempat “pasang badan” sbg penjamin ybs karena tahu yg sebenarnya (baca harian SURYA). Jika tidak, isu SARA tersulut. Emang kalian taw ?

    2. edy s

      Ibu ini saya yakin bisa berfikir jernih karena ibu pakai seragam. Coba ibu pikir selama ini sapa yg habisin uang pajak. Hanya utk bayar gaji orang yg kl jam 9. 10 pagi pergi ke mall dan supermarket.

      1. reoseres

        @edy s mau urusan apa kek yg penting hukum dan sanski perusahaan yg membakar dengan sengaja, seenaknya aja membakar2, yg bayar pajak bukan cm mereka, perusahaan2 lain yg ga membakar jg bayar pajak, enak aja lu seenaknya komentar, mikir ga situ? pindah sebulan situ ke riau atau sumsel baru komentar

  6. Rampu panji

    Yg bikin sate entah biasanya minim nalar namun kaya dengan data sampah yg asal bisa dijadikan bahan komentar untuk menjelekkan pihak lain. Logikanya saja buat apa perkebunan bakar kebunnya sendiri. Pemerintah bukan enggan bertindak tapi pola pikirnya lebih dewasa gak hanya berfikir sepihak kayak LSM

  7. jacklin

    Lha Walhi ngapain cuman koar-koar aja? Kamp##t, turun kelapangan lihat usaha apa yang sudah dilakukan perusahaandilapangan untuk mengendalikan kebakaran,,

  8. Woman

    Salah pemerintah daerah nya knp bs seenak ny saja menjual tanah hutan yg seharusnya milik negara tp jatuh ke perorangan…bkn y melindungi hutan dan satwa nya malah aaarrgghhh kzl sma negara ini…

  9. Mudah2an orang yg nulis opini tidak salah.

  10. melvida fadly

    Akibat oknum pejabat tingkat kampung stempat smpe pejabat pusat sdh trima fee dr pengusaha2 rakus makany mreka2 tutup mata& telinga dr stiap kebijakan2 dzalim,smoga mreka2 yg bertanggungjwb& lepas tangan dr mslh umat ini mndpt hukuman yg lbh berat lg scara fisik& mental..!!!

  11. Benar.. jangan cuma lihat ras-nya aja.. gak semuanya begitu kog.. banyak juga ras tersebut yang menjadi korban asap.

  12. binar

    Bertahun2 yll HOT SPOT / titik api dalam tanah – lah yg di expose sbg penyebab ASAP setiap musim kemarau, di samping akibat pembukaan lahan/perluasan lahan & juga akibat pembakaran sawah kelar masa panen (ini dampaknya minim). HOT SPOT tsb sudah terdeteksi ratusan jumlahnya di hutan2 Kalimantan, Sumatera, Jambi – jauh-jauh hari sebelum “musim” asap yaitu saat kemarau tiba. Seharusnya bisa diantisipasi tapi nyatanya ASAP terjadi merajalela. SEKARANG… HOT SPOT hampir tidak di singgung lagi di media massa nasional apalagi medfia online & CUMA swasta yg 100 % dikambing hitam ? Pemerintah yg gagal antisipasif TIDAK PERNAH SALAH ? Kenapa pemerintah melulu meng-kambing hitamkan swasta & di-ekpose pula hingga menyejurus SARA ? Dulu banjir, tanah longsor yg dikambing hitamkan pemilik HPH sampai penjual kayu skala kecil. Sebelumnya KRISMON, dolar naik 400% , hingga suku bunga pinjaman melonjak .. krebitur pula yg jd kambing hitam. Pernah pula akhir 90-an seorang distributor beras di Tuban, Blitar (Jawa Timur) terancam hukum mati dituduh menimbun GARA2 pemerintah saat itu tak mau disalahkan atas macetnya transportasi / distribusi beras & ketidak satablian pasar akibat huru hara politik SARA saat itu. Untunglah Ulama & Karang Taruna setempat “pasang badan” sbg penjamin ybs karena tahu yg sebenarnya (baca harian SURYA). Jika tidak, isu SARA tersulut.

  13. pembaca

    secara grup wilmar dan sinarmas yg punya lahan sawit terbesar di indonesia gan 😀

  14. […] KABARHUKUM-Jakarta | Setelah bertemu Jokowi di Istana Bogor, kemarin, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak membeberkan bahwa Presiden Jokowi telang mengungkapkan penyesalannya terkait pencemaran asap yang telah mencapai Malaysia. (Baca juga berita terkait yang paling populer: Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api) […]

  15. binar

    Pemerintah melulu mengkambing hitamkan SWASTA 100% ?
    Bertahun2 yll HOT SPOT / titik api dalam tanah – lah yg di expose sbg penyebab ASAP setiap musim kemarau, di samping akibat pembukaan lahan/perluasan lahan & juga akibat pembakaran sawah kelar masa panen (ini dampaknya minim). HOT SPOT tsb sudah terdeteksi ratusan jumlahnya di hutan2 Kalimantan, Sumatera, Jambi – jauh-jauh hari sebelum “musim” asap yaitu saat kemarau tiba. Seharusnya bisa diantisipasi tapi nyatanya ASAP terjadi merajalela. SEKARANG… HOT SPOT hampir tidak di singgung lagi di media massa nasional apalagi media online & CUMA swasta yg 100 % dikambing hitam ? Pemerintah yg gagal antisipasif TIDAK PERNAH SALAH ? Kenapa pemerintah melulu meng-kambing hitamkan swasta & di-ekpose pula hingga menyejurus SARA ? Dulu banjir, tanah longsor yg dikambing hitamkan pemilik HPH sampai penjual kayu skala kecil. Sebelumnya KRISMON, dolar naik 400% , hingga suku bunga pinjaman melonjak .. kreditur pula yg jd kambing hitam. Pernah pula akhir 90-an seorang distributor beras di Tuban, Blitar (Jawa Timur) terancam hukum mati DITUDUH menimbun GARA2 pemerintah saat itu tak mau disalahkan atas macetnya transportasi / distribusi beras & ketidak satablian pasar akibat huru hara politik SARA saat itu. Untunglah Ulama & Karang Taruna setempat “pasang badan” sbg penjamin ybs karena tahu yg sebenarnya (baca harian SURYA). Jika tidak, isu SARA tersulut. Emang kalian taw ?

    1. edy s

      Iya mas kebetulan saya ada di lokasi salah satu perusahaan yg mempunyai titik hotspot terbanyak kami mati matian memadamkan api siang dan malam yg tidak tau siapa yg membakar. Mungkin jika pemerinta bisa membangun lahan pertanian dan sistem irigasi gak ada lagi pembakaran lahan di kalimantan. Mereka hanya mencoba bertahan hidup kenapa di salahkan para warga hanya berharap bisa bercocok tanam bila musim hujan tiba.

  16. halim

    Tidak pernah ada seseorang minta lahir dari suku, ras apapapun, kita bangsa Indonesia harus bersatu membangun negri ini…. bantulah berikan solusi dan bukti kerja nyata tanpa memandang ras, suku dan agama, Pemerintah, swasta dan mayarakat …bukan saling marah, saling caci maki dan mencari kambing hitam. kami sudah 2 bulan bersama keluarga menghirup udara yg berbahaya.

  17. kenwelinto

    para koruptor juga lbh biadab dari teroris, pengedar narkoba juga lbh biadab dari teroris, lalu teroris lebih biadab dari apa coba???

  18. ria

    Yg jelas pemerintahan di Indonesia dr tingkat terkecil dh mata duitan.. Ga usah diadili langsung aja hukum rimba.. Hukum diindonesia klo ditabok pke duit ga bergeming.. Anjing…membunuh rakyat perlahan lahan

  19. […] Saat ditanyai tentang kelalaian pemerintah dalam permasalahan kabut asap itu, ia mengakui bahwa pemerintah telah lalai. Perisitiwa serupa selalu terjadi di Riau, tiap tahunnya sejak 1997. (Baca juga berita terpopuler terkait bencana asap: (Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api) […]

  20. budi

    Perusahaan besar seperti ini mana mungkin bakar lahan sendiri… cara mereka mendapatkan untung kan melalui penanaman pohon2 di lahan mereka, kalau mereka bakar, mereka rugi sendiri. Mungkin benar lahan mereka yang terbakar, tapi yang membakar? Dimana buktinya bahwa perusahaan yang membakar?Emangnya ada bukti bahwa bukan orang lokal sana yang kurang pendidikan itu yang bakar sampah terus merembet? Lagipula ini juga lagi musim kemarau, di Australia aja ada musimnya kebakaran hutan dan disana mereka sebut itu bencana alam…

    1. edy s

      Setuju mas budi kita harap maklum kan mas mas dan mbak mbak ini mungkin belum tau apaseh yg di hasilkan dari sawit dan dari mana hasil itu di dapatkan. Cuma mbok ya lebih bijak. Kalau mau jujur mimpi aja mau tangkap pak kwok secara bukan wni. Tapi inilah salah satu kelemahan kita yg mau gak mau harus kita akui bahwa kita menilai sesuatu berdasarkan musim .

    2. reoseres

      eh mulai nih ada pembelaan2 yg seenak2nya dan sekonyong2nya, kebakaran di australia ga separah itu, lah kebakaran di sumatera kemaren itu makan korban jiwa dan merembet ke negara2 tetangga, mau bukti? lah situ tanya langsung aja orang singapura dan malaysia yg kemaren2 protes asap

  21. Satriyo

    Ayo buat group backlist perusahaan yg membakar hutan, biar perusahaan yg ngawur terima akibatnya.

  22. edy s

    “Perusahaan di lapangan itu, punya konsesi-konsesinya masing-masing. Ini sekian hektare punya PT ini, ini punya ini, punya ini. Gitu aja. Karena izinnya masing-masing. Bahwa itu grup mana itu tidak penting bagi kita. Yang penting manajemen itu yang harus kita tindak. Bisa jadi memang kedua perusahaan itu, tapi tidak secara eksplisit ada. Saya tidak tahu juga malah, Wilmar itu yang mana, saya nggak tahu,” kata Kemal. WOI… HELLO Jadi gimana bisa komentar kalau perusahaannya aja tidak tau apa lagi lokasinya…. kami habiskan uang banyak, kerja siang malam untuk padamkan api yang gak tau siapa yang bakar… bapak yang satu ini malah bilang kami yang bakar. Pleace deh datang ke tempat kami jika perlu gabung dengan team damkar kami yang sudah di bagi jadi 3 shift utk padamkan api… mana bantuan unit pemadam pemerintah yang hanya punya 5 unit mobil damkar udah tua lagi…. kalian juga mas dan mbak datanglah ketempat kami…. lihatlah kami…. bagai mana kami berusaha memadamkan api. Perusawaah sawit juga di rugikan karena banya pokok sawit yang mati terbakar…. jadi mana mungkin kami membakar asset perusahaan kami sendiri secara pokok sawit itulah harapan kami untuk bisa mendapat gaji. Pemerintah yang terhormat bantulah warga itu bangunkan mereka sistem irigasi agar tidak hanya mengharap musim hujan utk bercocok tanam…. itu solusinya salahkah mereka jika mereka di musim kemarau ini membuka lahan mereka dg membakarnya karena mereka tidak punya alat berat utk melakukan stacking mekanis ( buka lahan secara mekanis ) agar mereka bisa bertanam saat musim hujan tiba. Atau walhi mau sumbangka 100 buldozer utk warga kalimantan. Pasti mereka akan sangat berterima kasih. ” MAS MBAK DATANGLAH KE KAMI….. KAMI AKAN SENANG MENYAMBUT KEDATANGAN SAUDARAKU….. LIHAT KAMI BERJUANG MELAWAN API KARENA KAMI JUGA JADI KORBAN KAMI ADA DI TENGAH TENGAH ASAP ITU JANGAN ASAL BICARA JIKA TIDAK TAU…. 24 JAM KAMI BERJUANG MELAWAN API SECARA BERGANTIAN…… SIANG DAN MALAM…. “

  23. Sun

    banyak kog orang indonesia yg tinggal d luar negri. Org luar negri aja ga pernah rasis. Kenapa di indonesia rasis bgt

  24. Donnie

    Kita gak rasis .. tapi gara gara perusahaan mereka yg lain kena imbas .. bikin rusak berbangsa disini

  25. yuash

    Hem.. plis rek sebelum komen a, b, c dan d.
    Baca dulu UU tentang perhutani atau sejenisnya.
    Tolong jangan sara rek.

  26. konak

    INDONESIA………
    Negara yang penuh ke unik an.
    Para leluhur nya pada masa perjuangan kemerdekaan tidak pernah bertanya kepada “saudara” sebangsa dan seperjuanganya ; ” SUKU APAKAH ANDA, APA AGAMA MU, APA RAS MU, dll”.
    Mereka hanya mempertanyakan ” APAKAH KAU INGIN TERUS DI JAJAH, APAKAH KAU INGIN MELIHAT ANAK CUCU MU MENGALAMI DAN MERASAKAN DI JAJAH……
    Ada orang jawa, batak, padang, ambon, papua, sulawesi, dayak, banjar, dll. Mereka gugur dan tak tau makam nya dimana.
    Ada yang beragama islam, kristen, hindu, budha, konghucu, aliran kepercayaan, bahkan yang tidak mengenal Tuhan pun telah gugur dan tidak dimakam kan dengan layak…..
    Mari kita amalkan PANCASILA
    Mari kita junjung BHINEKA TUNGGAL IKA.
    Sebab orang cina, kristen, aliran kepercayaan, bahkan ahmadiah juga ikut berjuang merebut kemerdekaan.
    UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK LAGI……..
    Salam Perjuangan…..

    1. reoseres

      @konak eh kau komentar apaan? ini masalah perusahaan yg terlibat pembakaran lahan bukan soal SARA, ngomongin perjuangan lag?, pejuang jaman dahulu jg ga ada yg bakar lahan buat nyari keuntungan pribadi trus mengorbankan kepentingan banyak orang

  27. Michel

    Wadduh…gara gara berita sampah, bangsa indonesia bisa terpecah. Dan kalian pun mau di adu domba…setau saya group wilmar di prov jambi cuma punya satu anak perusahaan, tepatnya wilayah bangko..dari sini aja sudah bisa kita pastikan informasi dari LSM ini BOHONG…

  28. Michel

    Mohon kepada tim redaksi kabarhukum.com agar lebih disaring lagi berita yang akan di posting. Karena ini menyangkut kualitas berita yang bapak/ibu berikan kepada kami

    1. reoseres

      @michel dan @iwan situ ud ngerasain jd korban asap, kog ngomong seenak jidat leh? cari uang dengan bakar lahan dan mengorbankan kepentingan banyak masyarakat itulah perbuatan yg buruk

  29. willy

    BAGUSLAH DIBAKAR SUPAYA BISA TANAM LAGI, KLO GA DIBAKAR KAN JADI LAMA PANENNYA 🙂

  30. ivan

    walhi pantek, bisa ngomong aja, kalo sinar mas tutup dan wilmar tutup bisa kaw kasih makan orang yang kehilangan pekerjaan karena itu, anjing kaw walhi, cari uang hanya dengan cara begini aja mati aja kaw

  31. […] KABARHUKUM-Jakarta | Moratorium yang dilakukan pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan tidak cukup tanpa diimbangi oleh penegakan hukum yang tegas dan penertiban perda yang memperbolehkan membuka lahan yang melebihi ketentuan undang-undang. (Baca juga berita terkait yang paling populer: Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api) […]

  32. […] Farid juga membeberkan, bahwa Wilmar International menguasai 238.000 ha kebun sawit, 70%-nya di Indonesia. (Baca juga berita terkait: Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api) […]

  33. […] Farid juga membeberkan, bahwa Wilmar International menguasai 238.000 ha kebun sawit, 70%-nya di Indonesia. (Baca juga berita terkait: Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api) […]

  34. […] Farid juga membeberkan, bahwa Wilmar International menguasai 238.000 ha kebun sawit, 70%-nya di Indonesia. (Baca juga berita terkait: Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api) […]

  35. Bro

    Nyumbang itu uang napa ke fakir miskin, panti asuhan, ini nyumbang api…musuhanlah sama pemadam kebakaran

  36. bukan tentang rasis atau tidaknya, tabiatnya sudah lama dikenal memang seperti itu =))

  37. […] KABARHUKUM-Jakarta | Terkait putusan PN Palembang yang menolak gugatan perdata terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH) dalam kasus pembakaran hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutananan (KLHK) akan segera mengajukan banding. (Baca juga: Perusahaan Grup Wilmar dan Sinar Mas Paling Banyak Menyumbang Titik Api) […]

  38. Sandra Ovia

    Halo, aku Mrs. Sandra Ovia, pemberi pinjaman uang pribadi, apakah Anda dalam utang? Anda perlu dorongan keuangan? pinjaman untuk mendirikan sebuah bisnis baru, untuk bertemu dengan tagihan Anda, memperluas bisnis Anda di tahun ini dan juga untuk renovasi rumah Anda. Aku memberikan pinjaman kepada perusahaan lokal, internasional dan juga pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%. Anda dapat menghubungi kami melalui Email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
    Anda dipersilakan untuk perusahaan pinjaman kami dan kami akan memberikan yang terbaik dari layanan kami.

  39. Mrs Kelly

    Apakah Anda dalam kesulitan keuangan? Apakah Anda perlu
    pinjaman untuk memulai bisnis atau untuk membayar tagihan Anda? Kita
    memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan bantuan dan kami memberikan pinjaman kepada perusahaan lokal, internasional dan juga pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%.
    Terapkan Sekarang Via Email: kellywoodloanfirm@gmail.com
    Terima kasih
    Terima kasih dan Tuhan memberkati
    Ibu Kelly

  40. Hollings Oz

    Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk melunasi utang Anda, Anda perlu meminjam uang untuk meningkatkan komersialisasi organisasi Anda? Atau Anda ditolak kredit dari bank atau lembaga keuangan untuk satu atau lebih alasan, atau tidak? Anda perlu berbagi beban pinjaman atau hipotek? Anda memiliki lokasi yang tepat untuk utang Anda di sini! Hollings Oz pinjaman perusahaan pinjaman kepada orang-orang terkenal – dan terkenal.
    Manfaat yang rendah dan dapat diterima dari 2% tanpa colerteral.
    Silahkan hubungi kami di E-mail kami hari ini jika Anda perlu meminjam Email urget: Hollingsozloanfirm@gmail.com.

  41. mrs aisha bukafia

    Hello semua, saya mrs aisha bukafia, saya ingin memberikan anda semua sekeping nasihat anda semua di sini tidak memohon pinjaman di mana-mana syarikat atau pemberi pinjaman di laman web ini, orang-orang di sini adalah palsu, penipu dan penipuan, walaupun sebahagian daripada keterangan di sini adalah semua palsu mereka adalah orang yang sama yang melakukan itu semua, mereka masih orang yang sama melakukannya. jadi sila berhati-hati untuk tidak jatuh yang tertipu atau menipu rakan-rakan Indonesia, saya menipu empat kali sekitar Rp10,000,000 juta bagi kos cukai dan kos insurans, tetapi selepas pembayaran saya saya tidak mendapat pinjaman saya, tetapi mereka meminta saya untuk membayar lagi dan lagi,

     Ia akan menarik minat anda untuk mengetahui bahawa ada undang-undang kewangan atau kaedah-kaedah kos ini mendapat pinjaman dari bank-bank, peminjam atau syarikat tetapi Allah bersyukur kerana saya kemudian menerima pinjaman sebanyak $ 100,000 daripada syarikat yang seorang kawan saya yang memperkenalkan saya dengan sebenar dan syarikat pinjaman dipercayai, (Emiliana WILSON pINJAMAN sYARIKAT), mereka syarikat terkemuka di Asia, mereka berada di sini untuk membantu kita semua yang telah scammed dan menipu, jadi jika anda memerlukan kredit pinjaman wang tulen lebih baik dan, sama memohon pada (Emiliana WILSON pINJAMAN SYARIKAT) atau jika anda mempunyai rakan-rakan dan memberitahu mereka untuk membantu anda untuk menghubungi mereka untuk pinjaman, okay, anda boleh mendapatkan yang sangat mudah untuk mendapatkan serendah 2% daripada pinjaman tanpa cagaran atau penjamin. Ini adalah e-mel mereka

    (emilianawilson11@gmail.com) Anda boleh menghubungi mereka dengan aplikasi anda adalah baik dengan mereka anda akan mendapat pinjaman anda dalam masa 24 jam, asli cepat dan saya terpaksa membantu negara saya daripada penipuan, e-mel saya adalah (mrsaishabukafia@gmail.com) hubungan saya untuk maklumat lebih lanjut mengenai Emiliana WILSON PINJAMAN SYARIKAT, saya bersedia untuk membantu anda, Allah memberkati anda semua. NOTA all.PLEASE. NOTA, TIADA YURAN PEMINDAHAN, NO Bayaran CUKAI, NO YURAN INSURANCE) harta pemberi pinjaman atau syarikat itu tidak mengumpul charges.Allah ini memberkati kita YURAN PEMINDAHAN, YURAN NO CUKAI, NO YURAN INSURANCE) Lender sebenar Syarikat ATAU TIDAK mengumpul penutup caj penyanyi, lama hidup rakyat Malaysians negara kita dan lama hidup kepada orang yang baik di negara saya.

  42. nelly

    Halo, saya Mrs Nelly mulia, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang menawarkan pinjaman pada tingkat bunga hanya 2%. kami menawarkan, pinjaman pribadi, kredit mobil, modal usaha, pinjaman pribadi dll untuk Individu dan perusahaan yang dalam kesulitan keuangan di bawah persyaratan yang jelas dan mudah dipahami dan pinjaman. hubungi kami hari ini melalui email sehingga kami dapat memberikan persyaratan pinjaman dan kondisi: (nellyperious@gmail.com)

Comments are closed.