BNPT: Peranan Pemuda Dalam Pencegahan Terorisme

Dialog Pencegahan Terorisme di Kalangan Pemuda oleh BNPT di Garuda Plaza Medan (foto: Gomos-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Pemuda diminta ikut berperan dalam pencegahan masuknya paham terorisme dan paham radikalisme di Indonesia. Untuk itu kearifan lokal adalah salah satu solusi dalam mengatasi hal tersebut.

Kalimat tersebut tersampaikan di acara Dialog Pencegahan Terorisme di Kalangan Pemuda dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Garuda Plaza Medan.

Dialog Pencegahan Terorisme di Kalangan Pemuda  oleh BNPT di Garuda Plaza Medan (foto: Gomos-kabarhukum.com)
Dialog Pencegahan Terorisme di Kalangan Pemuda oleh BNPT di Garuda Plaza Medan
(foto: Gomos-kabarhukum.com)

Pihak BNPT mengakui pihaknya telah mengidentifikasi kejahatan terorisme dan paham paham radikalisme banyak hadir di kalangan pemuda. Paham radikalisme dan kejahatan terorisme sangat mudah menyerang dan hal itu cepat berkembang terutama di kalangan pemuda. Dialog ini di tujukan untuk kalangan pemuda, agar pemuda lebih aktif untuk ikut serta membangun kota medan yang lebih baik.

Dialog ini merupakan rentetan dialog dari yang telah diadakan sebelumnya, dimana dialog Pertama, ditujukan dikalangan media, kedua, dikalangan tokoh tokoh masyarakat, ketiga, dikalangan tokoh tokoh agama, keempat, tokoh akademisi dan yang terakhir, tokoh tokoh kepemudaan yang bertepatan pula dengan hari sumpah pemuda. Dialog ini bertujuan agar peran aktif pemuda lebih ditingkatkan dan lebih bersinergi dalam bidang apapun.

Beberapa narasumber, yakni Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Makasar, Zalaludin dan Prof.Syahrin Harahap serta Chairul Gozali dan Sugiat Santoso turut hadir dalam acara tersebut.

Salah satu pernyataan yang dapat dikutip dari narasumber Prof.Syahrin Harahap bahwa pencegahan berbasis pemuda dengan menggunakan kearifan lokal lebih mampu menangani masalah ini.

“Jangan memasang paradigma dengan memandang dari siapa itu, agama apa itu, tapi kita harus menyambutnya dengan hangat,” kata syahrin.


laporan: Gomos Siregar

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda