Zariyah di Muhammadiyah

Zefrizal SH
  • Menyeru kepada perbuatan ma’ruf serta mencegah perbuatan keji lagi munkar, membutuhkan keberanian, pengorbanan, dan kerja keras.
  • Jangankan untuk bertempur, jika hanya sekedar bicara saja tidak mampu (mau), maka sebaiknya urungkan saja niat kita untuk mengurus Muhammadiyah ini.
  • Mengurus Muhammadiyah tiada gajinya, kita mesti ikhlas dunia akhirat. Jangan nanti dengan status yang melekat pada kita dimanfaatkan untuk gertak sana gertak sini demi kepentingan pribadi.

* * *

Zefrizal SH
Zefrizal SH

oleh Zefrizal SH
Mantan Ketua DPD IMM Sumut

“Dan hendaklah ada segolongan dari kamu yang menyeru kepada perbuatan ma’ruf serta mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” Al-Quran surah Al-Imran 104 itu menjadi faktor subyektif mengapa Muhammadiyah didirikan. Maksud penulis, ingat-ingat sajalah faktor tersebut agar mengapa kita tertarik untuk mengurusi Muhammadiyah ini tak salah kaprah.

Menyeru kepada perbuatan ma’ruf serta mencegah perbuatan keji lagi munkar, membutuhkan keberanian, pengorbanan, dan kerja keras. Jangankan untuk bertempur, jika hanya sekedar bicara saja tidak mampu (mau), maka sebaiknya urungkan saja niat kita untuk mengurus Muhammadiyah ini. Walau perjuangan itu beragam tafsiran dan bentuknya, namun satu yang pasti bahwa apapun yang akan kita lakukan sebagai pengurus Muhammadiyah tidak lain dan tidak bukan hanya untuk kepentingan Muhammadiyah.

KH A Dahlan seabad abad yang lampau telah mengingatkan kita untuk menghidupi Muhammadiyah dan tidak mencari hidup di Muhammadiyah bukannya tanpa dasar. Penulis yakin sebelumnya KH Dahlan memprediksi bahwa suatu kita muhammadiyah akan besar. Oleh karenanya sebagai penerus, kita diberi warning agar Muhammadiyah itu membawa maslahat dan jangan sampai hanya menjadi manfaat.

Pada tanggal 26 November 2015, PW Muhammadiyah Sumut akan menggelar Musyawarah Wilayah di Kabupaten Asahan. Sejumlah namapun telah diusulkan untuk dipilih dan ditetapkan menjadi Pimpinan (pengurus) periode 2015-2019. Apakah pengurus Muhammadiyah Sumut untuk kurun waktu lima tahun mendatang akan menjadikan Muhammadiyah sebagai maslahat atau sekedar manfaat, maka pada 26 november ditentukan.

Saran penulis, sebelum kita yang dicalonkan menjadi pimpinan Muhammadiyah dipilih, sebaiknya istighfar terlebih dahulu dan melaksanakan sholat istikharah. Minta petunjuk kepada Allah, apakah dengan ditetapkannya nanti kita sebagai pimpinan Muhammadiyah dapat mengaantarkan kita ke surga atau malah mendorong kita ke neraka! Ingat perkataan Jibril yang kerap kita khotbahkan: “Ya Muhammad Is Masi’ta Fainnaka Mayyitun…

Hendaknya kita tidak tergolong pada orang-orang yang pintar berkhotbah tapi gagal melaksanakannya. Sebab, bagi orang-orang yang demikian (berilmu tapi tak mengamalkannya) atau pendusta (menipu dengan pengetahuannya), maka neraka yang paling dalam tempatnya.

Warga Muhammadiyah
Warga Muhammadiyah

Jadikanlah Muhammadiyah ini sebagai zariyah kita. Sebab jika hanya sekedar ingin mengambil manfaat, maka penulis beritahukan masih banyak tempat yang bisa kita eksploitasi di luar sana. Kalau mau yang haram, buka gerai minuman keras contohnya. Namun jika ingin mendapatkan ridho Allah, berdaganglah yang jujur dan bayarlah zakatnya.

Dari Abu Hurairah RA Rasulullah bersabda, jika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amal perbuatannya terkecuali dari tiga sumber. Pertama sodaqotun zariyah, kedua ilmu yang bermanfaat, dan yang ketiga do’a anak yang soleh.

Sumbangkanlah hartamu untuk Muhammadiyah (di jalan Allah) dan implementasikanlah pengetahuanmu. Jika kamu yakin, maka akan dibalas Allah hingga 700 lipat. Sungguh hal yang demikian telah difirmankan Allah pada Al-Quran yang bunyinya: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah sama dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan pada tiap-tiap bulirnya terdapat seratus biji.”

Mohon maaf para kiyai seluruhnya, penulis hanya coba mengingatkan bahwa kita yang dicalonkan pada muswil Muhammadiyah mendatang dipilih untuk menjadi pimpinan, terlebih panutan warga Muhammadiyah. Dan bukannya untuk menjadi pejabat Muhammadiyah yang padanya melekat salary. Mengurus Muhammadiyah tiada gajinya, kita mesti ikhlas dunia akhirat. Jangan nanti dengan status yang melekat pada kita dimanfaatkan untuk gertak sana gertak sini demi kepentingan pribadi. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda