Muhammadiyah Minta Pemerintah Serius Tangani Kesenjangan Sosial

Potret kesenjangan sosial di Indonesia.

KABARHUKUM-Jakarta | Muhammadiyah meminta pemerintah memberi perhatian serius pada kesenjangan sosial.

Potret kesenjangan sosial di Indonesia.
Potret kesenjangan sosial di Indonesia.

Dilansir dari Republika, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, saat ini rasio gini Indonesia berada pada level 0,43. Menurut nya, angka itu menunjukkan kesenjangan yang masih cukup tinggi.

“Karenanya pemerintah harus bekerja lebih keras mengatasi masalah kemiskinan dan kesejahteraan sosial ekonomi dalam rangka mewujudkan pemerataan kemakmuran dan keadilan sosial,” kata Haedar dalam Refleksi Neraca Kehidupan Kebangsaan 2015 dan Agenda 2016 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Lebih lanjut, Haedar meminta pemerintah untuk mendesain kebijakan terobosan. Ia menyarankan, pemerintah perlu memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai basis kekuatan masyarakat kecil.

Haedar juga meminta pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang setengah-setengah dalam memperkecil jarak kesenjangan.

Selain itu, kata Haedar, pemerintah juga harus mampu mendistribusikan penguasaan aset yang saat ini justru dikuasai sekelompok kalangan.

“Jika tidak segera ditangani dengan seksama, ketimpangan kesejahteraan sosial ekonomi dapat menyulut kecemburuan, dan konflik,” tegasnya. (*)


Editor: Maestro Sihaloho

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda