Pasca Bentrok OKP, IPW Desak Kapolri Copot Jabatan Kapolresta Medan

Massa IPK yang berada di Jl Sisingamaraja Medan depan Pertama Bunda (kiri) tampak dihadang petugas kepolisian (kanan). (foto: warga/ega)

KABARHUKUM-Medan | Bentrokan antar ormas kepemudaan yang terjadi di Kota Medan menjadi perhatian semua pihak. Salah satunya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane bahkan mendesak Kapolri Jendral Badroddin Haiti segera mencopot jabatan Kapolresta Medan. Ia beralasan, Kapolresta Medan dan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) tidak punya wibawa karena peristiwa tersebut.

Massa IPK yang berada di Jl Sisingamaraja Medan depan Pertama Bunda (kiri) tampak dihadang petugas kepolisian (kanan).  (foto: warga/ega)
Massa IPK yang berada di Jl Sisingamaraja Medan depan Pertama Bunda (kiri) tampak dihadang petugas kepolisian (kanan).
(foto: warga/ega)

“Seharusnya mereka mampu bertindak tegas menyapu bersih oknum-oknum OKP yang menjadi biang bentrokan. Karena Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut tidak punya wibawa dan tidak mampu mengendalikan situasi, Kapolri harus segera mencopot keduanya dan mengganti dengan perwira yang mampu menjaga kamtibmas kota Medan dengan kondusif,” kata Neta S Pane.

Menurutnya, Kapolri Jenderal Badroeddin Haiti yang pernah menjadi Kapolda Sumut tentu mengetahui kelemahan Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut hingga bentrokan antara ormas Pemuda Pancasila PP dan IPK terjadi.

“Sangat disayangkan kepolisian di medan tidak peka, sehingga kerusuhan meletus akibat bentrokan dua OKP. Kepolisian juga membiarkan salah satu kelompok OKP melakukan konvoi tanpa ada pengawalan aparat keamanan,” ungkap Neta.

Lanjutnya, padahal semua orang di Sumut tahu persis bahwa antara Pemuda Pancasila dan IPK adalah musuh bebuyutan, yang selalu bertikai sejak lama. Tapi kenapa Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut membiarkan salah satu OKP itu konvoi tanpa pengawalan aparat.

“Dimana intelijen kepolisian dan apa kerja mereka jika tidak mampu mendeteksi manuver yang akan dilakukan OKP tsb. Padahal konvoi itu melibatkan 160 orang, 10 mobil, dan 60 sepeda motor,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, Neta berpendapat jika setiap kali terjadi bentrokan. Akibatnya investor dan wisatawan pun takut datang ke kota Medan.

“Sangat disayangkan kenapa bentrokan demi bentrokan dibiarkan terjadi. Sepertinya Kapolresta Medan maupun Kapolda Sumut tidak mampu menjaga keamanan Medan,” tandas Neta.(*)


Laporan: Adek Siahaan

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda