Disebut Diamankan, Pemilik Usaha Pengoplos Pupuk Bersubsidi Ternyata Berkeliaran di Mall Kota Medan

Pupuk subsidi oplosan yang ditahan Polda Sumut.

KABARHUKUM-Medan | Proses penegakan hukum di Sumut masih diliputi tanda tanya. Misalnya kasus pengoplos pupuk bersubsidi. Baru-baru ini, pemilik usaha pengoplos pupuk bersubsidi yang diketahui bernama M Hutagalung yang sempat diamankan personel Subdit IV/Tipidter dan Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut beberapa waktu lalu, diketahui terlihat bebas berkeliaran di salah satu mall di Kota Medan.

Pupuk subsidi oplosan yang ditahan Polda Sumut.
Pupuk subsidi oplosan yang ditahan Polda Sumut.

Untuk mengetahui soal ini, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Ahmad Haydar, dikonfirmasi soal kebenaran informasi tersebut. Pasalnya, Ahmad Haydar dalam keterangan persnya sewaktu kasus ini terungkap pada Februari lalu sempat mengatakan kalau pihaknya telah mengamankan tersangka M Hutagalung. Hadyar dikonfirmasi reporter kabarhukum.com sejak Selasa (8/3/2016) kemarin, namun sayangnya beluma ada jawaban hingga kini.

Pada Selasa (23/2/2016) lalu, Kombes Pol Ahmad Haydar mengungkapkan kalau dalam kasus pengoplosan pupuk bersubsidi ini ditaksir mencapai sekitar Rp 208.640.000. “Pemilik usaha M dan 15 pekerjanya sudah kami amankan dan sedang dimintai keterangan,” sebut Kombes Pol Ahmad Haydar, Selasa (23/2/2016) lalu itu.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit I/Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, AKBP Ikhwan Lubis mengaku penanganan perkara pengoplosan pupuk bersubsidi ke nonsubsidi dari bekas kilang padi yang berada di kawasan Dusun VII, Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang merupakan Subdit IV/Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sumut. “Yang nangani Robin, Tipidter (Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Robin Simatupang, red). Silahkan tanya ke Robin ja ya,” ungkap mantan Kasubdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut itu menjawab kabarhukum.com, Rabu (9/3/2016).

Namun AKBP Robin Simatupang, yang dikonfirmasi terkait M Hutagalung terlihat bebas di salah satu Mall di Kota Medan, juga tidak menjawab.

Sebelumnya diketahui, praktik pengoplosan pupuk bersubsidi itu berhasil dibongkar setelah pihak Ditreskrimsus Polda Sumut menangkap satu unit truk tronton BK 8297 XC berisi pupuk jenis urea nonsubsidi yang dikemas dalam karung bertulis PT PUSRI.

Petugas curiga pupuk urea nonsubsidi itu merupakan hasil oplosan dari pupuk bersubsidi. Penangkapan dilakukan saat truk berada di jembatan timbang jalan lintas Medan-Lubuk Pakam, kawasan Tanjung Morawa, Deliserdang. Truk dikendarai RHS dan kernet berinisial IS.

Menurut keterangan polisi waktu itu, kepada petugas, RHS dan kernetnya mengaku bahwa yang memerintahkan untuk mengangkut pupuk jenis urea nonsubsidi diduga hasil pengoplosan pupuk urea bersubsidi tersebut adalah berinisial CL, selaku pemilik jasa angkutan barang PO KJ. Pupuk dimuat dari gudang yang berada di Kota Rantang tujuan Desa Petani, Duri, Provinsi Riau.

Hasil pengembangan, petugas menemukan 70 ton pupuk urea hasil oplosan di Dusun VII, Desa Kota Rantang, Hamparan Perak, serta 5 truk pengangkut yang biasa digunakan mengangkut pupuk.

“Jadi intinya pupuk bersubsidi itu dicampur dengan zat kimia hingga kemudian terlihat seolah seperti pupuk nonsubsidi. Jumlah kerugian negara sekitar Rp 208.640.000. Tersangka pemilik berinisial M dan 15 pekerjanya masih dalam penyidikan,” ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Ahmad Haydar yang waktu itu memberi keterangan pers kepada wartawan.

Kombes Pol Ahmad Haydar mengatakan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 60 UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, serta pasal-pasal dalam aturan lainnya dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (*)


Laporan: Draza Putra

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda