Ribuan Buruh Akan Kepung Kantor KPK, Desak Ahok Jadi Tersangka Korupsi

Presiden KSPI Said Iqbal saat memimpin unjuk rasa kaum buruh di Jakarta beberapa waktu lalu.

KABARHUKUM-Jakarta |  Pada 1 dan 2 Juni  nanti, ribuan buruh akan mengepung  kantor Gubernur DKI Jakarta  dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka akan mendesak KPK untuk menetapkan Gubernur DKI Jakarta Ahok sebagaitersangka korupsi. Aksi di kantor gubernur Ahok akan dilakukan pada pukul 10.00-11.00 WIB, sedangkan di KPK akan dimulai pukul 12.00 hingga selesai.

Presiden KSPI Said Iqbal saat memimpin unjuk rasa kaum buruh di Jakarta beberapa waktu lalu.
Presiden KSPI Said Iqbal saat memimpin unjuk rasa kaum buruh di Jakarta beberapa waktu lalu.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, Ahok layak dijadikan tersangka atas tiga kasus.”Ahok harus ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam kasus reklamasi, RS Sumber Waras, dan penyalahgunaan diskresi,” ujar Presiden KSPI Said Iqbal, Senin (30/5/2016).

Iqbal menegaskan, para buruh banyak dirugikan oleh kebijakan Ahok. Saat ini, penggunaan karyawan outsourcing di perusahaan properti, otomotif, manufaktur, hotel, dan lainnya makin merajalela. Sementara, perusahaan pengguna outsourcing ini adalah para pemberi CSR ke Ahok.

“Selama ini kebijakan upah minimum DKI Jakarta yang murah, penggunaan buruh outsourcing besar-besaran, orang kecil digusur, rumah susun buruh tidak pernah dibangun, kebijakan diskresi, ternyata ada kepentingan pemilik modal di balik semua ini,” kata Iqbal.

Karena itu, buruh akan melaporkannya ke KPK pada aksi 1 dan 2 Juni di depan gedung KPK. “Jadi tindakan Gubernur Ahok ini telah melanggar hukum, patut diduga telah memenuhi unsur korupsi, dan berbahaya bagi negara karena kebijakan negara akan tunduk oleh modal,” tandasnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda