Dianggap Pengkhianat, Seluruh Pemakaman di Turki Tolak Kuburkan Pelaku Kudeta

Ribuan warga Turki tampak sedang menshalati jenazah yang dibunuh pelaku kudeta yang gagal beberapa waktu lalu. (foto: nbcnews)

KABARHUKUM-Istanbul | Seluruh pemakaman di Turki menolak tempatnya dijadikan lokasi pemakaman para pelaku kudeta. Mereka menganggap tanah mereka tak layak untuk para pengkhianat.

Ribuan warga Turki tampak sedang menshalati jenazah yang dibunuh pelaku kudeta yang gagal beberapa waktu lalu.  (foto: nbcnews)
Ribuan warga Turki tampak sedang menshalati jenazah yang dibunuh pelaku kudeta yang gagal beberapa waktu lalu.
(foto: nbcnews)

Sebelumnya pada 20 Juli lalu, Kementerian Agama Turki mengeluarkan larangan untuk memakamkan para pelaku kudeta secara religius, termasuk larangan untuk menyalati jenazah mereka. Namun, hal ini tidak berlaku bagi para prajurit yang tidak mengetahui atau dipaksa untuk ikut dalam pemberontakan.

Menyikapi kondisi itu, Wali Kota Istanbul, Kabul Topbas, telah mengalokasikan ruang untuk dijadikan makam para pengkhianat. Dia menegaskan, di makam itu orang-orang diizinkan untuk mengutuk jasad yang dikubur di sana.

Dikutip dari Russia Today, Topbas, menegaskan itu pada demonstran pro-pemerintah yang di antaranya menolak pemakaman publik untuk menguburkan pengkhianat. “Saya telah memesan tempat untuk disiapkan dan (tempat itu akan disebut) ‘kuburan para pengkhianat’,” kata Topbas kepada demonstran,  Jumat (22/7/2016).

Dia mengatakan keputusan untuk memesan lokasi pemakaman ini muncul setelah Wali Kota Ordu, sebuah kota pelabuhan di tepi Laut Hitam tidak bersedia memberikan ruang untuk pekuburan sehingga keluarga para pelaku kudeta terpaksa memakamkan kerabat mereka di halaman dan taman mereka. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda