Sejarah Baru di Aceh, Kapal Peti Kemas Akan Berlabuh Perdana di Pelabuhan Malahayati 

HMC di Pelabuhan Malahayati siap sambut kedatangan dua kapal peti kemas perdana di Aceh

KABARHUKUM-Aceh | Perkembangan ekonomi di Provinsi Aceh sepertinya akan semakin pesat, karena dua kapal peti kemas ukuran raksasa akan berlabuh perdana di Pelabuhan Malahayati yang berada di Krueng Raya, Aceh Besar pada Kamis (4/8/16).

HMC di Pelabuhan Malahayati siap sambut kedatangan dua kapal peti kemas perdana di Aceh
HMC di Pelabuhan Malahayati siap sambut kedatangan dua kapal peti kemas perdana di Aceh

Kedua kapal itu yakni MV Temas dan MV Kanaka Line yang berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan akan membongkar atau menurunkan peti kemas sebanyak 135 box. Kehadiran kapal itu setelah PT Pelabuhan Indonesia I atau Pelindo 1 selaku pengelola pelabuhan Malahayati ini menghadirkan Harbour Mobile Crane (HMC) asal Jerman yang telah diaktifkan dan siap beroperasi.

General Manager Pelindo 1 Cabang Malahayati, Capt Al Abrar mengungkapkan hal tersebut dan menyatakan kedatangan kapal tersebut menjadi momentum bersejarah bagi tranportasi laut di Aceh karena pertama kalinya disinggahi kapal peti kemas.

Bahkan untuk momentum perdana ini, lanjut Al Abrar sebagai bentuk rasa syukur direncanakan kedua kapal tersebut akan disambut dengan acara Peuseujuk yang langsung dihadiri Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada Jumat (5/8/16) pagi.

Al Abrar menerangkan peti kemas dengan jumlah sebanyak itu berisi kebutuhan pokok sehari hari untuk rakyat Aceh dan merupakan awal dari kelanjutan kunjungan tetapnya menyinggahi pelabuhan Malahayati. Dimana sesuai jadwal yang diberikan, kapal MV Temas ini akan berlabuh seminggu sekali dan kapal MV Kanaka akan singgah 15 hari sekali.

“Kita patut merasa bersyukur dengan jadwal tetap dua kapal ini, karena dua kapal ini akan menjadi ujung tombak dalam mengangkut seluruh kebutuhan sehari-hari Aceh langsung dari Jakarta,” ucap Capt Al Abrar.

Ia berharap kedepannya seluruh kebutuhan untuk Aceh akan dapat diangkut sehingga membuat perekonomian di Aceh akan menjadi lebih baik dan harga-harga barang dipasar akan menjadi lebih murah.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda