Mengerikan! Ancaman Irma Bikin 5,6 Juta Orang Amerika Mengungsi

Ratusan pengungsi memenuhi Miami-Dade County Fair Expo Center di Miami, pada Jumat (8/9/2017). (foto: AFP/gettyimages)

KABARHUKUM-FLORIDA | Amerika Serikat (AS) mencatat evakuasi terbesar dalam sejarah negeri ini setelah topan badai “Irma” diperkirakan akan menerjang Florida dan Georgia. Diperkirakan 5,6 juta warga AS mengungsi, meninggalkan kediamannya sejak perintah pengungsian diberikan pada Jumat (8/9/2017) kemarin.  Florida adalah negara dengan negara bagian terbesar ketiga di AS dengan penduduk hampir 21 juta orang.

Badai Irma dengan kategori 5 (dengan angin kencang diperkirakan mencapai 257 km/jam), diperkirakan mencapai Florida Selatan pada Ahad (10/9/2017) waktu setempat. Saat ini badai sudah berada di sekitar 275 mil dari kawasan Miami.

Sejak perintah evakuasi dikeluarkan, lalu lintas padat di semua jalan raya menuju wilayah utara. Gubernur Florida, Rick Scott, mengatakan, penduduk yang berada di daerah pesisir selatan harus berangkat menjelang tengah malam.

Scott mendesak orang-orang yang belum pergi untuk pergi sesegera mungkin pada Jumat. Dia memperingatkan mereka yang berencana untuk tinggal harus menanggung risiko mereka sendiri. “Sekarang waktunya mengungsi,” kata pada Jumat (8/9/2017) kemarin.

Diperkirakan, kerusakan ekonomis yang diakibatkan terjangan badai ini sebesar 125 miliar Dolar AS. Kerugian akan semakin besar ketika badai akan menyerang Miami.

Badai Irma sebelumnya telah meluluhlantakkan kawasan Karibia yang menewaskan sedikitnya 24 orang. Kerusakan juga dilaporkan di Barbuda dan St Martin, dengan lebih dari 90% bangunan rusak.

Andrew Sussman, Manajer Program Badai Floriba, mengatakan, orang-orang yang didesak untuk mengungsi dari Florida mencakup orang-orang di seluruh bagian selatan negara bagian dan juga mereka yang tinggal di Florida pedalaman.

Badai Irma mencapai kepulauan Camaguey, tepat di lepas pantai utara Kuba, pada Jumat (8/9/2017) sekitar pukul 11.10 malam waktu setempat. Ini adalah badai kategori 5 pertama yang melanda pulau ini sejak tahun 1924.

“Badai Irma jelas menjadi ancaman yang akan menghancurkan Amerika Serikat. Kita akan mengalami beberapa hari yang berat,” kata Brock Long, pejabat Federal Emergency Management Agency (FEMA), pada Jumat (8/9/2017) pagi kemarin. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda