Saluran Drainase Sekitar Asrama Haji Ambon Rusak

Ketua RT Waiheru Temui Kadis PLP Maluku Usulkan Rehabilitasi

Januar Samad, Ketua RT 003/RW 002 Desa Waiheru sesaat setelah menunjukan saluran drainasse yang rusak.

KABARHUKUM-Ambon | Ketua RT 003/RW 002 Desa Waiheru, Januar Samad menyambangi Dinas Perumahan dan Lingkungan Pemukiman Provinsi Maluku di Jln Raya Passo Ambon. Kedatangannya guna menemui Kepala Dinas Ir Kasrul Sela MT untuk menyerahkan langsung proposal mengenai Usulan Perbaikan Saluran Drainase (Parit/Got) pada ke-2 sisi jalan masuk dari Gapura RT 003/RW 002 Desa Waiheru menuju Asrama Haji Kota Ambon di Waiheru Dalam.

Diketahui, proyek yang dibangun sejak permulaan tahun 1990an dan lebih 10 tahun belakangan ini mengalami kerusakan berat dan tidak dapat berfungsi total, namun sejauh ini tidak pernah mendapat perhatian baik Pemerintah Provinsi Maluku mau pun Pemerintah Kota Ambon.

Terkait informasi ini, kabarhukum.com sengaja datang menemuinya untuk mendapatkan konfirmasi langsung, dan ternyata Om De tidak berada di kediamannya di Kompleks Perumahan BTN Puskopad di Waiheru Ambon, sore hari Rabu 16/11. Namun setelah dicari beberapa saat kemudian baru bisa ditemui tak jauh dari Pangkalan Ojek di depan Gapura pada jalan masuk ke Asrama Haji.

Saat ditemui, Om De membenarkan informasi tentang kedatangannya untuk menemui Kadis Kasrul di Kantor Dinas Perumahan dan Lingkungan Pemukiman Provinsi Maluku di Jln Raya Passo, siang hari Senin 14/11. Maksud kedatangannya menemui Kasrul saat itu, menurut Om De, adalah untuk menyerahkan langsung Proposal Rehabilitasi Taluud Penahan Air dan Pembangunan Baru Saluran Drainasse (Parit/Got) di lingkungan pemukiman RT 003/RW 002 Desa Waiheru yang mengalami kerusakan berat dan tak bisa berfungsi total sehingga dirasakan tak bisa ditunda-tunda lagi, namun beberapa kali datang menyerahkan proposalnya Kepala Dinas Kasrul tidak berada di tempat sedangkan Petugas Pos Penjagaan enggan menerima tanpa menjelaskan kira-kira bisa diserahkan kepada Pejabat Siapa.

Awal diantarkan pada suatu waktu di bulan Agustus 2017 konon Kasrul sedang berangkat menunaikan ibadah haji sebenarnya saat itu mau diserahkan saja bagi Pejabat siapa yang mewakili atau mungkin ada seseorang lain yang berwenang, akan tetapi oleh Petugas Penjagaan malah diminta biar tunggu saja Kepala Dinas tiba kembali di tempat. Setelah itu beberapa kali datang lagi namun selama itu Kasrul sedang bertugas ke luar daerah karena itu urung diserahkan hingga terakhir siang hari Senin 14/ 11 itu baru bisa ditemui dan berhasil diserahkan.

Bincang-bincang dengan Om De saat itu berlangsung sambil diajak jalan mendatangi saluran drainase dan taluud penahan air yang diusulkan. Beberapa foto dokumentasi sempat dibuat kabarhukum.com dan memang ternyata benar saluran drainasse (parit/got) pada sisi kiri-kanan jalan masuk menuju SMA Unggulan Siwa Lima dan Asrama Haji Kota Ambon rusak total nampaknya sudah cukup lama tidak berfungsi, begitu pula taluud penahan air pada Kali yang mengantarai batas pemukiman penduduk dengan Kompleks sekolah unggulan milik Pemprov Maluku, SMA Negeri Siwalima. Kepada kabarhukum.com Om De sempat menunjukan bekas-bekas kerusakan akibat banjir bulan Juli 2017 lalu pada salah satu rumah penduduk gara-gara rembesan air kali yang meluap masuk dari taluud yang rusak.

Dituturkan, Proposal Rehabilitasi Taluud dan Pembangunan Saluran Drainasse di RT 003/RW 002 Desa Waiheru ini sebelumnya sudah diserahkan kepada Pimpinan DPRD Provinsi Maluku lewat Wakil Ketua DPRD, S. Mudzakir Assagaff Lc di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Saluran drainase (parit/got) yang rusak ini menurut Om De sudah berusia lebih 20 tahun, dahulu dibangun oleh developer yang membangun Perumahan BTN Puskopad pada tahun 1992-1993 yang lalu. Belum berapa lama berfungsi, sejak permulaan tahun 2000 lalu sudah mengalami kerusakan dan tidak mengalirkan air ke saluran induk yang terletak di tepi Jalan Raya Laksdya Leo Wattimena.

Akibat yang timbul dari kerusakan saluran drainasse ini, tambah Om De, telah melilit warganya sejak lebih 10 tahun yang lalu. Pada musim kemarau air-air buangan yang berasal dari rumah-rumah penduduk hanya menggenang menimbulkan bauh busuk yang menyengat diiringi kerumunan serangga, sebaliknya bila tiba pada musim hujan pun tidak dapat mengalirkan air ke saluran induk sehingga menyebabkan banjir harus menggenangi rumah-rumah warga.

Sudah sejak lama, tambah Om De lagi, dirinya berharap ada perhatian Pemerintah Daerah entah dari Pemerintah Kota Ambon atau pun Pemerintah Provinsi Maluku, karena jalur jalan itu merupakan jalan masuk mendatangi Asrama Haji di Kota Ambon yang selalu dilewati elite-elite birokrasi di daerah ini ketika datang menjenguk para Calon Jemaat Haji saat tiba musim haji tiap tahun, ternyata harapan tinggal harapan, tak pernah ada siapa pun yang peduli. Padahal barang siapa pun bila melewati jalan ini menggunakan kenderaan roda empat dalam hal ruas jalan ini tak sampai dua dengan saluran drainase yang rusak total pada ke-2 sisi kiri-kanan, tentu sangat terasa betapa sulitnya apalagi ketika berpapasan dengan kenderaan roda empat lainnya yang bergerak pulang. Begitu pula selama tahun 2009 sampai tahun 2014 diam-diam dirinya mengharapkan ada perhatian Pemerintah Kota Ambon karena tak jauh dari lokasi ini tinggal seorang Anggota DPRD Kota Ambon periode 2009-2014 lalu, namun sampai akhir masa jabatannya perhatian yang diharapkan itu tak pernah kunjung datang.

Sampai berita ini dikirim ke meja Redaksi, baik Mudzakir Assagaff mau pun Kasrul Sela dua-duanya belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Namun sebelumnya, Om De menitipkan harapan selaku Ketua RT 003/RW 002 Desa Waiheru sekaligus secara pribadi sebagai warga, dia berharap agar usulannya yang telah diajukan itu dapat dikerjakan dalam tahun 2017 ini juga agar warga bisa terhindar dari genangan air buangan dan bauh busuk yang selalu menyengat pada musim kemarau dan juga bisa lolos dari genangan banjir bila tiba musim hujan nanti. Kemudian, bila tiba musim haji, para pejabat atau elite-elite daerah yang mungkin datang menjenguk di Asrama Haji bisa melewati jalan yang lebih lapang. (*)

 

Laporan: Udin Waliulu

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda