Akui Jerussalem Sebagai Ibukota Israel

KAUMAN Kecam dan Tolak Keras Keputusan Kontroversial Donald Trump

Ketua Umum KAUMAN Dr Amirsyah Tambunan dan Sekjen Denny Lubis SH MH.

KABARHUKUM-Jakarta | Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Se-Nusantara (KAUMAN) mengecam dan menolak keras  keputusan  sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengakui  Jerussalem sebagai Ibukota negara Israel.

Ketua Umum KAUMAN Dr. Amirsyah Tambunan menegaskan, setelah mencermati menganalisis dari pelbagai literatur dan aturan hukum, maka pihaknya menyatakan menolak tegas keputusan Donald Trump yang sangat kontroversial itu. Menurutnya, keputusan dan tindakan Donald Trump ini jelas sudah melanggar sejumlah Resolusi Dewan Keamaanan dan Majelis Umum PBB yang nota-bene AS adalah salahsatu anggotanya.”Ini persoalan serius dan sangat krusial, karena implikasi sangat berdampak terhadap stabilitas keamaanan dunia,” ujarnya didampingi  Sekretaris Jenderal KAUMAN Denny Lubis SH MH, Kamis (7/12).

Karena itu, sambung Denny Lubis, pihaknya mendesak Pemerintah Republik Indonesia supaya segera melakukan upaya-upaya kebijakan dan langkah diplomatik menyikapi persoalan ini. Diantranya, kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini, Pemerintah RI harus mendesak negara-negara OKI dan PBB untuk segera mengadakan Sidang Khusus untuk membahas pengakuan sepihak ini. “Kita berharap agar sidang OKI dan PBB itu harus menghasilkan keputusan yang tegas menekan Pemerintah AS agar menganulir keputusan Trump yang kontroversial tersebut,” tegas lawyer muda alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini.

Khusus kepada Presiden AS Donald Trump, KAUMAN mendesak agar ia segera mencabut dan membatalkan keputusan sepihaknya. “Buktikan marwah dan kredibilitas negara Anda yang selama selalu mengklaim sebagai Mediator Perdamaian yang sungguh-sungguh mau dan mampu menyelesaikan konflik berkepanjangan Palestina-Israel dengan prinsip keadilan,” serunya. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda