Pemuda Muhammadiyah Medan Soroti Pembutan SIM yang Masih Sulit dan Mahal

Eka Putra Zakran SH, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan.

KABARHUKUM-Medan | Sulit dan mahalnya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) saat ini masih  menjadi persoalan faktual yang tak terbantahkan, tidak terkecuali di Kota Medan.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Eka Putra Zakran SH mengatakan, bahwa persoalan ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Menurutnya, beberapa tahun lalu persoalan ini sempat menjadi sorotan publik di kota Medan.

Namun sayangnya hingga hari ini sepertinya belum ada progres yang jelas dan tegas untuk menyelesaikan persoalan ini. “Bayangkan betapa masyarakat tidak menjerit, untuk mendapatkan satu kartu atau surat legalitas dari Polisi yang di kenal dengan sebutan SIM itu, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Nah, selain biayanya yang mahal, prosesnya pun seolah-olah sulit dan njelimet karena urusannya selalu mutar-mutar, sehingga tidak sedikitpun menunjukkan pelayanan prima sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh pemerintah yaitu penyeleggaraan birokrasi pemerintahan yang bersih (good and clean government),” ujarnya, Kamis (7/12).

Selama ini, lanjut Eka, ketika ingin berurusan dengan Satlantas misalnya, banyak ditemukan spanduk ataupun brosur yang bertulisakan ‘Awas Calo, Jangan Mengurus SIM Melalui Calo”, bahkan ada himbaun memalui pengeras suara yang di putar secara berulang-ulang agar masyarakat tidak membut SIM memalui jasa perantara atau calo. Akan tetapi faktanya dilapangan, kata Eka, jika masyarakat menggunakan jalur resmi seperti himbauan pada spanduk atau pengeras suara tersebut, maka dapat dipastikan bahwa SIM akan lama selesai. “Intinya dalam hal pembuatn SIM saat ini tidak ada standar minimum pelayanan, yang ada justru standar maksimum, artinya siapa yang mampu membayar lebih maka SIM yang bersangkutan kemudian yang akan lebih duluan selesai,” ungkapnya.

Belum lagi kalau bicara monopoli sertifikat yang juga merupakan salah satu syarat administrasi pengajuan pembuatan SIM. “Kalau surat kesehatan OK lah cukup bayar 25 ribu saja, tapi kalau sertifikat, ini yang justru menambah problem baru dalam dunia pembuatn SIM. Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, masyarakat harus mengurus pada pihak ketiga yang telah ditunjuk oleh Satlantas Polrestabes Medan yaitu Medan Safety Driver City (MSDC) sebuah lembaga sertifikasi yang sifatnya memonopoli dalam hal penerbitan sertifikat tersebut dan biaya sertifikat ini juga terbilang mahal,” kata Eka.

Pada prinsipnya, Eka tidak mempersoalkan bahwa untuk mendapatkan SIM calon Pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri.”Okelah, itu ada dasar regulasinya (UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan; Pasal 77 Ayat 3 dan 4 -red). Namun yang kita persoalkan adalah akumulasi biaya biaya pembuatan SIM jadi membengkak hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan sertifikat pelatihan mengemudi,” tandasnya

Menurutnya, persoalan ini sungguh sangat meresahkan masyarakat.”Kalaupun sertifikat kompetensi mengemudi ini dianggap sangat perlu, mestinya lembaga yang ditunjuk untuk mengeluarkannya jangan cuma satu, agar tidak ada potensi dan kesan monopoli yang pada akhirnya mematok tarif secara sepihak dan sesuka hati.Dan kalau perlu soal besaran tarif  ini juga harus diatur regulasinya, seperti biaya penerbitan SIM menurut PP 50 Tahun 2016,” jelasnya.

Terakhir Eka menegaskan, sesungguhnya sudah menjadi harapan bagi masyarakat agar kiranya proses pembuatan SIM cepat dan biayanya murah. “Jangan pula menjadi ‘ladang Pungli’. Mengapa? Karena bagi sebahagian masyarakat, SIM itu ibarat cangkol bagi Petani. Petani yang hendak berkebun untuk tentu harus ada cangkul untuk menunjang aktivitas kerjanya. Begitu juga dengan para pengemudi yang menggantungkan nasib dan perekonomiannya lewat jalur mengemudi baik kenderaan roda dua atau empat, maka SIM akan menjadi senjata ampuh dalam menjalankan aktivitas untuk menafkahi keluarganya,” pungkasnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda