Pilgubsu 2018

Kasus JR Saragih, Misteri Surat Sekretaris Disdik Jakarta Tanggal 22 Januari 2018

JR Saragih, legalisir ijazah SMA dan surat klarifikasi dari Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Sopan Adrianto.

KABARHUKUM-MEDAN | JR Saragih untuk sementara harus dieliminasi dari pencalonannya sebagai calon Gubsu dalam Pilgubsu 2018. KPU Sumut pada Senin (12/2/2018) kemarin telah menetapkan, JR tak memenuhi syarat administrasi pencalonan. Pasal yang paling telak adalah tidak ada legalisir ijazah SMA dari JR.

Nah, argumentasi ini didasarkan pada surat klarifikasi yang ditandatangani Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta No 1454/-1.851.623 tanggal 22 Januari 2018 yang ditujukan ke Ketua KPU Sumatera Utara. Isinya, sampai dengan saat ini (surat itu dikeluarkan), Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak pernah melegalisir/mengesahkan ijazah/STTB SMA Nomor 01 OC oh 0373795 atas nama Jopinus Saragih G.



Surat inilah yang menjadi pasal kegagalan JR dalam pencalonannya sementara ini. JR sendiri tidak terima soal ini. JR mengaku, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sudah mengirim surat klarifikasi No 5396/-1.888.145 tanggal 19 Januari 2018 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto yang menerangkan bahwa fotocopy STTB No. 01 OC oh 0373.795 dilegalisir sesuai dengan aslinya.

“Yang mana mau dipercayai Kepala Dinas atau sekretarisnya?” kata JR di hadapan awak media usai rapat pleno KPU di Hotel Mercury, Senin (12/2/2018) kemarin, sambil menunjukkan fotocopy legalisir ijazahnya.

JR juga menyatakan, surat dari Sekretaris Disdik DKI Jakarta yang menjadi pegangan KPU Sumut dalam memutuskan gagalnya pencalonannya itu, bertanggal 22 Januari. “Padahal penutupan klarifikasi berkas pada tanggal 20 Januari 2018,” tambah dia lagi.

Bukan itu saja. Menurut kubu JR Saragih, pada 9 Februari 2018, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta atas nama Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan surat Nomor: 2407/-1851.623 yang isinya membenarkan bahwa Surat Nomor 5396/-1.851.623 tanggal 12 Agustus 2015 dikeluarkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Surat bertahun 2015 itu menerangkan bahwa nomor seri ijazah/STTB SMA yang ke SMA Iklas Prasasti (sekolah JR di tingkat SMA yang sudah bubar) tahun 1990 yaitu Program Biologi (A2) Nomor seri 01 OC oh 0373.776 s/d 01 OC oh 0373.823 berjumlah 48 lembar. Nomor seri ijazah JR berada dalam rentangan nomor seri itu.

JR sendiri menyatakan, soal ini sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung yang menyatakan dalam putusan Nomor: 607K/TUN/PILKADA/2015 tanggal 11 Nopember 2015 bahwa ijazahnya legal.

Dengan fakta-fakta yang diungkap JR di atas, maka wajar saja ada pertanyaan: darimana munculnya surat klarifikasi Sekretaris Disdik Jakarta tanggal 22 Januari 2018? (*)

ARTIKEL TERKAIT