Masuki Rumah Baru, Tim Muslimin Berjuang: Bukti Djarot Tokoh Bersahaja dan Merakyat

KABARHUKUM-Medan | Ketua Tim MUSLIMIN BERJUANG Zaharuddin Sinaga SE meapresiasi dan haqqul yaqin dengan keseriusan Bapak Djarot untuk menjadi warga Sumut. Bukti keseriusan itu terlihat ketika Djarot memutuskan untuk mendiami rumah kontrakan baru di Jalan Kartini No. 6 Medan.

“Pandangan kami, Bapak Djarot memiliki niat yang tulus dan ikhlas mendarmabaktikan aktivitasnya dimana pun ditugaskan, termasuk nantinya di Sumut,” ujar Zaharuddin didampingi Ketua Pembina Tim MUSLIM BERJUANG Sangkot Sirait MAP di sela acara syukuran Pak Djarot memasuki rumah baru di Jl. Kartini No. 6 Medan, Kamis (1/3/201).



Lebih lanjut Zaharuddin mengatakan, bahwa Pak Djarot adalah tokoh yang bersahaja dan merakyat. Satu hal yang menarik jadi catatan adalah, beliau juga ternyata memiliki riwayat hidup yang berhasil dan berprestasi di daerah yang bukan tempat kelahirannya, misalnya jadi Walikota Blitar, Gubernur DKI Jakarta. “Itu bukan tempat kelahirannya, sama juga dengan Pak Jokowi, setelah Walikota Solo kemudian Gubernur DKI dan menjadi Presiden RI,” sebutnya.

Ditambahkan oleh Sangkot Sirait, sebagai Tim Muslimin Berjuang mereka merasa lebih yakin atas kehadirat Bapak Djarot di Sumut. “Inilah salah satu kegembiraan dan harapan kami sebagai warga Sumut, ada solusi atas berbagai persoalan yang ada di Sumut, terutama terkait pembangunan dan pembenahan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan. Termasuk juga membawa investor untuk membangun Stadion Teladan dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang ada di Sumut,” tuturnya.

Seperti diketahui, Djarot bersama semua keluarga akhirnya memutuskan memasuki rumah baru di Jalan Kartini Nomor enam, Kota Medan. Pilihan tinggal di rumah baru ini didasarinya agar memudahkan berkomunikasi dan lebih dekat dengan warga, sekaligus meningkatkan akselerasinya selama masa kampanye, jelang perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut 2018.

Djarot mengatakan, dia kerap bosan jika tinggal di hotel dan kesulitan jika ingin berbaur dengan masyarakat. “Di hotel itu apa-apa diperiksa. Masuk diperiksa, keluar juga diperiksa. Repot, kadang bosan dan minim interasi dengan warga,” kata Djarot.

Hadir juga calon Wakil Gubenur Sumatera Utara nomor urut dua Sihar Sitorus, Ketua DPP PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan dan Junimart Girsang. Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut di antaranya Ketua DPD, Japorman Saragih dan Sekretaris Soetarto serta sejumlah kelompok relawan pendukung pasangan Djarot-Sihar.(*)

ARTIKEL TERKAIT