Kampus UMSU Terpilih Jadi Salahsatu Lokasi Syuting Film ‘Romansa Danau Toba’

Bastian Steel, aktor utama film "Romansa Danau Toba"

KABARHUKUM-Medan | Rencana produksi film Romansa Danau Toba (RDT) mengelar Talkshow di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jum’at (2/3/2018). Hadir dalam acara yang mendapat perhatian antusias dari ratusan mahasiswa UMSU ini  pemeran utama Bastian Steel, sutradara Deden Bagaskara dan puluhan kru  film.

Dalam sambutannaya, Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto M.Si menjelaskan, bahwa UMSU merupakan 1 dari 173 Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang sekarang memiliki  21 ribu mahasiswa. “Bisa dibayangkan kalau 21 ribu ini nantinya nonton film Romansa Danau Toba, tentunya ini sangat menarik,” sebutnya.



Lebih lanjut ia mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kedatangan Bastian dan mas Deden. “Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan ini bermanfaat untuk pengembangan Danau Toba, pengembangan film Indonesia dan pengembangan UMSU,” sebutnya.

Bagi UMSU, rencana produksi film RDT ini memiliki arti tersendiri. Karena kabarnya UMSU terpilih sebagai salahsatu tempat shooting film RDT.

Sementara itu sutradara film RDT Deden Bagaskara  mengungkapkan, bahwa sebenarnya ide dasar film RDT ini sudah lama. Artinya ide dasar film ini sebenarnya bisa di mana saja di seputaran atau tempat-tempat strategis yang bisa divisualisasikan keeksotikan dan kekayaan alamnya. “Kemudian Allah membukakan pintu hati saya untuk bertemu dengan saudara saya dengan bapak Burhan selaku eksekutif produser yang juga ketua DPD Aksira (Aksi Kesetiakawanan Sosial Indonesia Raya) Sumut. Beliaulah yang mensupport dan menyemangati saya. Artinya kalau saya tidak bertemu dengan beliau, mungkin entah sampai kapan film ini bisa menjelma,” sebutnya.

Lanjut Deden, di matanya Danau Toba itu adalah sebuah tempat yang tidak bakal surut keindahan dan keeksotikannya. Karena keputusan untuk memilih Danau Toba sebagai latarbelakan film ini sangat tepat.

Sutradara yang mengaku baru dua kali datang ke Sumut ini juga mengungkapka kekagumannya saat pertama kali menginjakkan kaki di daerah ini. Menurutnya Keramahtamahan orang Medan dan Sumut itu bentuk orisinil Indonesia. “Artinya itulah karakter eksotik  masyarakat Indonesia yang sesungguhnya itu tercermin dari masyarakat di Sumut,” kata Deden.

Sutradara ini juga memiliki pandangan, khususnya terkait proyek film RDT, ia menilai sangat penting untuk mengapresiasi kearifan lokal dengan mendayagunakan potensi daerah untuk kesuksesan film ini. “Mungkin selama ini  selalu ada orientasi orang daerah kalau mau ngetop, ingin sukses dan ingin terkenal harus berangkat ke Jakarta. Kita ingin melawan pemahaan seperti itu,”

Karena itu pada tanggal 4 Maret 2018 rencananya akan dibuka audiensi  untuk menjaring potensi dan talenta putra-putri Sumut yang ingin terlibat berperan dalam film RDT. Audiensi ini bersifat umum, mulai dari usia anak-anak, remaja bahkan sampai usia 5o tahun. “Silahkan mendaftar di kantor Aksira. Mudah-mudahan lewat audiensi ini nantinnya kita akan menemukan mutiara-mutiara terpendam dari putra-putri Sumatera Utara ” ujarnya.

Kepada fans Bastian, Deden memohon doanya agar diberikan kesehatan dan kelencaran “Mudah-mudahan produksi film yang akan garap nanti memberikan manfaat dan berkah untuk semuanya. Juga memberikan sebuah tontonan yang di dalamnya  itu ada kemasan atau pesan tuntunan .

Di penghujung acara, Bastian Steel menyempatkan diri tampil dengan membawakan beberapa lagu hitsnya dan disambut dengan penuh oleh histeria oleh para penggemarnya di kampus ini. (*)

ARTIKEL TERKAIT