Ini Penjelasan Polisi tentang Penyebab Tewasnya Hari Darmawan

Pengusaha dan pemilik Taman Wisata Matahari, Bogor, Hari Darmawan, ditemukan tewas di aliran Sungai Ciliwung, Bogor, Sabtu, 10/3 (Foto: Humas Polres Bogor)

KABARHUKUM-Bogor |Terkait kematian Hari Darmawan, pihak kepolisian menjelaskan tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari tempat kejadian perkara (TKP), lokasi ditemukannya jasad Hari Darmawan.

“Kepolisian hanya menemukan barang bukti milik Hari, seperti uang, cincin dan dompet dari olah TKP yang digelar pada Sabtu (10/3) pagi hari,” jelas Kapolsek Cisarua, Kompol Ijang Yusuf Taojiri.

Ijang menjelaskan, bahwa pada tubuh Hari ditemukan luka pada bagian dahi yang diakibatkan terbentur batu di Sungai Ciliwung, Bogor, tempat ditemukannya korban. “Kami sudah bawa jenazah untuk visum, tapi belum bisa kami kasih informasi karena itu wewenang petugas medis,” sebutnya.

Lanjut Ijang, pihaknya mendapat laporan hilang dari kerabat Hari pada Sabtu pukul 03.00 WIB. Setelah gelar laporan, kepolisian melakukan pencarian di Sungai Ciliwung pada sekitar pukul 05.00 WIB. Setengah jam kemudian, jasad Hari ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan jarak 300 meter dari titik awal pencarian.

Sebelum ditemukan dalam keadaan tewas, Hari diketahui sedang bersantai di villanya yang menurut Ijang terletak tepat di bibir sungai. “Karena ada bekas jalan menuju sungai, kami menyusuri sungai. Saat pencarian, kondisi air tidak terlampau tinggi,” tuturnya.

Seperti juga dijelaskan Senior Marketing and Creative Manager Taman Wisata Matahari (TWM), Ilham Fadjriansyah, diduga tewasnya Hari dikarenakan faktor ketidaksengajaan. Sebab, meski sempat memiliki riwayat sakit jantung, Hari tidak pernah mengeluh dalam waktu dekat ini. Terlebih, Hari rutin berolahraga, terutama jogging.

Sebelum kejadian, Hari diketahui sedang beristirahat di villanya sembari membaca koran pada Jumat (9/3) malam. Ilham menjelaksan, kemungkinan, Hari penasaran meilihat kondisi Sungai Ciliwung yang alirannya deras saat itu. “Lalu, ada accident, di mana beliau terpelset jatuh dan terbawa arus,” ujarnya.

Di usianya yang sudah menginjak 77 tahun, Hari masih aktif mengurus bisnisnya dengan memantau dan mengajar para karyawan tentang bisnis. Menurut Ilham, ada satu pesan yang selalu disampaikan Hari kepada manajemen, yakni jangan pernah melupakan masyarakat dan karyawan.

Hari yang merupakan pendiri Matahari Department Store dan pemilik Taman Wisata Matahari, Bogor, meninggalkan satu istri dan empat orang anak. Jenazah disemayamkan dulu di Kota Bogor dan sekitar pukul 16.00 WIB akan diberangkatkan ke Bali. Rencana, proses kremasi akan dilakukan pada Rabu (14/3) di Denpasar, Bali. (*)

ARTIKEL TERKAIT