Pendiri Matahari Departement Store Hilang dan Ditemukan Tewas

Hari Darmawan, pendiri Matahari Departement Store Tbk

KABARHUKUM-Bogor | Hari Darmawan, pendiri Matahari Departement Store Tbk (LPPF) ditemukan tewas di aliran Sungai Ciliwung pada Sabtu pagi, (10/3/2018) setelah sebelumnya Jumat malam, (9/2/2018) sekira pukul 21.30 WIB dikabarkan menghilang.

Sebelum meninggal, Hari Darmawan sempat memberitahu stafnya ingin melihat vila pribadinya di Kawasan Jalan Hankam Wira Lokatama, Puncak Bogor, Jawa Barat dekat dengan taman wisata miliknya yakni Taman Wisata Matahari.

Teja Purwadi, Humas Taman Wisata Matahari menyampaikan kalau almarhum ditemukan meninggal dunia pagi tadi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky menyampaikan kalau jenazah almarhum ditemukan setelah tim SAR rafting Taman Wisata Matahari melakukan pencarian. Almarhum ditemukan di aliran Sungai Ciliwung dengan jarak sekitar 100 m dari lokasi diduga hilangnya korban.

“Jenazah ditemukan oleh empat orang rekan lainnya yang menyisir kali dengan menggunakan perahu karet. Saksi melihat sesosok orang dalam keadaan tengkurap dan tersangkut batu kali,” kata Dicky.

Untuk diketahui, Hari Darmawan lahir pada 27 Mei 1940 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ayahnya, Tan A Siong adalah pengusaha yang berkecimpung di usaha produk pertanian.

Hari memulai bisnis ritelnya dengan menjual baju impor dan buatan istrinya di toko kecil Mickey Mouse. Kian berkembang, tokonya memiliki saingan berat yaitu De Zion yang memiliki pelanggan rata-rata pejabat serta orang kaya.Tahun 1968, akhirnya Hari bisa mengakuisisi toko De Zion dan mengubah namanya menjadi Toko Matahari. Toko miliknya ini berhasil mendapatkan banyak pembeli serta pelanggan tetap dan menjadi pelopor Department Store pertama di Indonesia.(*)

ARTIKEL TERKAIT