Rayakan Milad ke-54, Ini Harapan dari Alumni kepada IMM

KABARHUKUM-Medan | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merayakan hari lahir (milad) yang ke-54 tahun hari ini, Rabu (14/3/2018). Di usia yang sudah lebih dari lima dekade tersebut, banyak kalangan yang berharap, organisasi kemahasiswaan yang menjadi salah satu dari ortom (organisasi otonom) Muhammadiyah ini bisa terus eksis berkontribusi memberi kemaslahatan untuk kemajuan persyarikatan, agama dan negara.

Berikut sejumlah penuturan harapan yang disampaikan para tokoh alumni IMM kepada “ikatan” yang telah berjasa melahirkan, membesut dan membesarkan mereka di hari milad yang membaggakan dan membahagiakan ini.

Harapan pertama disampaikan oleh Drs. Sahlan Marpaung yang sekarang menjabat sebagai ketua umum Koordinator Wilayah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (Korwil FOKAL IMM Sumut). Dalam merayakan milad IMM tahun ini ia mengungkapkan rasa syukur dan bangganya sebagai seorang kader yang dilahirkan dari rahim IMM. “Alhamdulillah, kita pantas bersyukur, di usia yang ke 54 tahun ini IMM masih eksis dan terus berkembang sebagai salahsatu garda terdepan persyarikatan Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-citanya mulianya, yakni mempersembahkan kemajuan kepada agama dan negeri ini,” ujar Sahlan yang merupakan Ketum Komisariat IMM Fakultas Usuluddin IAIN Sumatera Utara tahun 1990 dan Ketua Bidang Kemahasiswaan DPD IMM Sumatera Utara Periode 1993-1995 ini.

Sahlan juga berharap, sebagai kader persyarikatan, kader ummat dan kader bangsa, semoga IMM tetap mampu berkontribusi dalam membawa bangsa ke arah yang dicita-citakankan para pendiri bangsa. Ia sangat terkesan dengan jargon perjuangan kontemporer yang belakangan digelorakan IMM, yakni “Meluruskan Kiblat Bangsa”. “Ya. Itulah sebenarnya karakter sejati dari gerakan IMM itu, yaitu amar ma’ruf nahyi munkar, berani meneriakkan kebenaran dan mengkritisi kondisi realitas bangsa yang penuh ketimpangan belakangan ini, terutama dalam aspek ekonomi dan penegakan hukum,” tegasnya.

Ia berpesan agar adik-adik IMM tetap istiqamah menjalankan garis perjuangannya. “Teruslah berjuang, berprestasi, dan berkontribusi untuk kemaslahatan ummat dan bangsa. Dan yang terpenting lagi selalulah jaga idealisme, jangan terbuai oleh godaan prgmatisme dan materialisme yang bisa merusak dan menodai kesucian perjuangan,” ungkapnya.

Harapan kedua datang dari Rafdinal SSos MAP, Sekum FOKAL IMM Sumut. Mantan Ketum PK IMM FISIP UMSU yang sekarang menjabat Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Medan ini mengatakan, Milad IMM ke-54 ini harus jadi momentum untuk menegaskan kembali tentang identitas IMM sebagai gerakan kemahaiswaan, kemasyarakatan dan ke Islaman, karena akhir-akhir ini ia menilai IMM seperti kehilangan identitas, sebagai sebuah gerakan yang berhasil membangun suatu peradaban yang baik dalam sejarah kebangsaan dan keummatan di Indonesia. ” Kita seperti kehilangan sikap kritisme IMM sebagai gerakan mahasiswa dalam menyikapi persoalan kebangsaan yg sangat carut marut sebagaimana yg sering di sampaikan oleh Amien Rais, sebagai pendiri IMM,” ujarnya.

Karena itu, Rafdinal berharap persoalan keummatan menjadi perhatian IMM, dimana kondisi ummat Islam seperti terpinggirkan dari berbagai peran politik, ekonomi sosial dan budaya. “Pembelaan pada ummat Islam yg tidak kuat, kriminalisasi ulama, kedaulatan ekonomi yang tergadai ke asing ini harus jadi perhatian dan kritisme IMM sebagai kader intelektual dan agen perubahan,” tegasnya.

Selain itu, kata Rafdinal, Milad ini juga harus bisa jadi momentum untuk melakukan transformasi kader keberbagaian bidang, terutama para alumni yang harua di dorong untuk bisa berjihad dan berkiprah menguasai berbagi komponen dan lembaga negara. “Semuanya tentu untuk Indonesia yang berkemajuan dan berperadaban,” pungkasnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT