Dokumen Tak Sesuai, Balai Karantina Bandara Soetta Segera Selidiki PT STL

Sarang walet PT STL saat di packing untuk dikembalikan ke Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Istimewa)

KABARHUKUM-Medan | Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta (BKP Soetta) telah melakukan pengamanan dan akan menyelidiki kasus dokumen menyalahi milik PT STL yang dikembalikan Balai Besar Karantina Pertanian Kelas II (BKP2) Medan. (Baca juga berita terkait: BKP2 Medan Gagalkan Pengiriman Sarang Walet PT STL Senilai Miliaran Rupiah)

Hal tersebut ditegaskan Dr. Drh. Risma Juniarti Paulina Silitonga, M.Si, Kepala Bidang (Kabid) Karantina Hewan Bandara Soetta dan membenarkan terkait kejadian tersebut.

“Saya juga tadi dapat informasi mengenai penolakan barang pengirim tersebut dari Medan, dimana disertifikasi 120 kilo, ternyata sampai di Medan 349 kilo. Lalu saya sudah koordinasi ke kepala seksi (kasi) disana, dan sekarang barangnya sudah diamankan, itu sesuai ranahnya akan diproses penyelidikan,” tegasnya.

Menurut Risma, secara teknis apabila berat barang yang dikirim 120 kg dan sedangkan yang diterima petugas sana (BKP2 Medan-red) 349 kg, maka tentunya akan ditolak.

Karena itu, kata Risma, berdasarkan amanah UU Nomor 25, terkait dalam pelayanan publik dan menurut ISO 9001:2015, ISO 37001 tahun 2017 mengenai anti penyuapan, maka meningkatkan upaya terobosan untuk menindaklanjuti apabila terjadi tindakan di luar aturan hukum berlaku.

Terkait peristiwa itu, lanjut Risma,  apabila secara internal diduga melanggar undang undang, dikarenakan dokumen tidak sesuai dengan fisik, maka akan ditindaklanjuti oleh PPNS. “Ketika dibina sampai ke JPU akan dibina oleh polisi Korwas,” ujarnya.

Kemudian, karena komoditas ini termasuk barang berharga, maka selanjutnya akan diperdalam serta diselidiki. “Kami akan gali informasi lebih mendalam, serta kerjasama dengan instansi terkait untuk mengungkapnya,” tegasnya.

Risma mengaukui, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan fisik dan dokumen sesuai SOP sebelum barang diberangkatkan. “Namun kita sedang selidiki lebih lanjut dugaan penyimpangan oleh pihak lain. Jadi jangan dianggap kami lolos dalam pemeriksaan,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada Jumat (16/3) lalu BKP2 Medan menggagalkan dan bahkan menolak masuknya sarang burung walet milik PT STL senilai miliaran rupiah. Atas penolakan itu, komoditas wajib lapor karantina itu dikembalikan ke BKP Soetta untuk proses lebih lanjut.(*)

ARTIKEL TERKAIT