Prof Danang Parikesit: Transportasi di Kota Medan Perlu Terus Dibenahi

KABARHUKUM-Medan | Pakar Transportation Planning Prof Dr Tech Ir Danang Parikesit MSc mengatakan, Medan termasuk salah satu kota besar di Indonesia yang geliat perkembangannya cukup pesat.

Namun, kata dosen Teknik Sipil UGM ini, seperti halnya kebanyakan kota lainnya di republik ini, di balik perkembangan itu sepertinya hingga saat ini Medan masih dibelit persoalan klasik terkait kualitas sarana dan prasarana tranportasinya.

“Ya, meskipun perkembangan Medan cukup pesat, namun kondisi transportasinya tidak jauh berbeda dengan 10 tahun lalu, ketika saya mengunjungi kota ini,” ujar Danang saat tampil sebagai kaynote-speaker dalam acara Seminar Nasional tentang “Sistem Transportasi Pintar untuk Transportasi Massal Perkotaan dan Transportasi Regional di Sumut”, yang diselenggarakan Prodi Teknik Sipil UMSU bekerjasama dengan PT WIKA Beton di Aula Kampus UMSU Jl. Kapten Mukhtar Basri Medan, Kamis (29/3)

Potret transportasi di kota Medan. (Foto: Sipayo)

Berangkat dari kondisi itu, jika Medan ingin menjadi smart city yang maju dan beradab, Danang menyarankan supaya kota ini serius membenahi persoalan transportasinya. “Untuk itu Medan harus mau belajar kepada kota-kota lain di Indonesia atau di negara lain yang pengelolaan transpotasinya lebih bagus dan maju,” kata Danang yang menyelesaikan studi doktoralnya di Technische Universitat Wien, Austria ini.

Menurut Danang, kalau ingin melihat transportasi itu lebih bagus, maka prinsipnya ada 5, yakni: tingkat intensitas perjalanan, jarak perjalanan, pilihan model transportasi efisiensi bahan bakar manajemen lalu lintas. Artinya, dengan memahami kelima prinsip sederhana ini, akan gamblang mengukur kualitas transportasi di sebuah kota.

“Dan dengan ini pula kita bisa merancang program untuk menyiasati dan mengatasi persoalan transportasi,” jelasnya.

Selain itu, Danang juga memaparkan kecendrungan perkembangan transportasi kontempoter yang sangat akselaratif dan begitu dinamis. Kecenderungan ini terutama sejak terjadinya tren pengintegrasian antara transportasi itu sendiri dengan teknologi informasi.

“Jadi, jika ingin mewujudkan sistem transportasi pintar untuk transportasi massal perkotaan, maka memahami kecenderungan ini adalah sebuah keniscayaan,” pungkasnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT