Forum Anti Penodaan Agama Laporkan Sukmawati ke Bareskrim Mabes Polri

Aktivis FAPA usai melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Mabes Polri hari ini, Rabu (4/4/2018)

KABARHUKUM-Jakarta | Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (IKA UMSU) Se-Jabodetabek bersama Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Se-Nusantara (KAUMAN) dan Lembaga Advokasi Konsumen Muslim Indonesia (LAKMI) melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya.

Aliansi ketiga elemen yang menamakan dirinya Forum Anti Penodaan Agama (FAPA) ini melaporankan Sukmawati Sokarnoputeri terkait puisi kontroversial berbau SARA yang berjudul  “Ibu Indonesia” yang dibacakannya di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Kamis (29/3/2018).

Ketua FAPA (Pelapor-red) Mursal Fadhilah SH menegaskan, bahwa apa yang telah dilakukakan Sukmawati Sokarnoputri merupakan bentuk penghinaan dan penodaan terhadap agama Islam. Bukan cuma itu, kata Mursal, yang dilakukan Sukmawati adalah bentuk nyata sikap intoleransi dan anti kebhinekaan. “Dan pastinya itu sangat bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 45 sebagai norma dasar untuk menghargai keberagaman, kebhinekaan dan kebebasan dalam menjalankan ajaran agamanya,” usai memasukkan surat Laporan Polisi No. LP/453/IV/BARESKRIM di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Ditambahkan oleh Ketua Tim Advokasi FAPA Deny Ardiansayah Lubis SH MH, bahwa apa yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri jelas-jelas sudah mencederai rasa keadilan dan pelanggaran hukum serius. Menurut advokat muda yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini, perbuatan penodaan agama yang dilakukan terlapor patut diduga telah melanggar peraturan perundang-undangan, yakni Pasal 165a KUHP yang berbunyi: “Dipidana dengan pidana penjara selama-lanya 5 tahun barang siapa yang dengan sengaja di depan umum mengeluarkan perasaan atau berbuatan; a. Yang pada pokoknya bersifat permusushan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia”.

Bukan cuma itu, lanjut Deny, Sukmawati juga patut diduga telah melanggar Pasal 16 UU No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan Diskriminasi Ras dan etnis, yakni;”Setiap orang dengan sengaja menunjukkan kebencian dan rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, angaka3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah.”.

“Atas dasar dugaan tindak pidanaa inilah Sukmawati Sokarnoputri pada pukul 10.00 pagi tadi kita laporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” ujarnya didamping Ketua IKA UMSU Jabodetabek Edy Syaputra Ssos bersama aktivis FAPA lainnya. (*)

 

ARTIKEL TERKAIT