FOKAL IMM Sumut: Jangan Kaitkan Terorisme dengan Ajaran Agama Tertentu

KABARHUKUM-Medan | Terorisme itu kejahatan kemanusiaan, apapun motif dan alasan yg disampaikan oleh pelakunya tak bisa ditolerir dan tak perlu dijadikan perdebatan.

Demikian ditegaskan Sahlan Marpaung, Ketua Korwil Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Utara, menyikapi inseden aksi terorisme di Surabaya hari ini, Ahad (13/5).

Menurut Sahlan, yang harus dilakukan sekarang, terutama oleh pemerintah melalui badan dan Densus 88 yang khusus dibentuk untuk penanggulangan terorisme adalah benar-benar memposisikan aksi-aksi terorisme sebagai tindakan kejahatan yang harus ditumpas tanpa kompromi.

“Dan tak perlu dikaitkan dengan satu ajaran agama, sebab tidak ada satu agamapun yg membenarkan hal itu,” ujarnya didampingi Rafdinal, Sekretaris FOKAL IMM Sumut di Medan, Ahad (13/5).

Sahlan Marpaung, Ketua FOKAL IMM Sumut.

Lebih lanjut ia mengatakan, mengaitkan tindakan biadab aksi terorisme dengan satu ajaran agama justru akan berdampak kontraproduktif dan membuat ketersinggungan bagi pemeluk agama tersebut.

Sebab, katanya, pemeluk agama yang dikaitkan dengan isu terorisme akan tersinggung dan marah karena agamanya seolah dituduh membenarkan dan mnjadi sumber tindakan biadab tersebut.

Oleh karena itu, FOKAL IMM Sumut menginginkan agar hubungan agama dan negara benar-benar ditempatkan secara arif sehingga saling mengisi dan menguatkan.

“Disini peran pemerintah melalui institusi dan pejabat2nya menjadi sangat strategis,” kata Sahlan. (*)

ARTIKEL TERKAIT