Seluruh Pemuka Agama Berdoa Bersama Eramas pada 23 Juni

Pasangan nomor urut 1, Edy-Musa saat takbir Idul Fitri 1439 H

KABARHUKUM-Medan | Tim Kampanye Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) menyatakan akan melaksanakan kampanye dialogis yang akan dilaksanakan di Hotel Santika Medan, Sabtu (23/6/2018) pukul 14.00 WIB. Dalam kampanye ini, akan berkumpul seluruh umat beragama, baik Islam, Kristen, Konghucu, Katolik, Budha dan Hindu serta berdoa bersama agar pelaksanaan Pilgubsu dapat berjalan sesuai denga harapan dan tentunya bermartabat.

Demikian dikatakan Sekretaris Tim Pemenangan Eramas, Sandri Harahap. “Jadi kita memang menghindari kampanye hura-hura, kita ingin Sumut ini lebih sejuk pada saat hari H nanti, karena memang harapan kita dengan doa yang dipanjatkan bersama nanti, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan suasana sejuk, ketenangan, kedamaian, dan yang pasti bermartabat dalam proses Pilgubsu di hari H nanti pada 27 Juni 2018,” ujarnya.

Doa itu juga, selain dengan umat beragama, juga dihadiri dan diikuti bersama-sama dengan seluruh partai politik pengusung dan pengusung.

“Mungkin terlihat beda dengan kampanye yang biasanya. Tapi, ini kita lakukan hanya ingin betul-betul semua berjalan sesuai dengan harapan kita dan harapan masyarakat Sumatera Utara. Walaupun kita tahu Sumut ini kondusif, aman, tapi kita ingin memanjatkan doa agar semua itu bisa diwujudkan Yang Maha Kuasa,” harapnya.

Untuk proses perizinannya, lanjut Sandri, pihaknya sedang mengurusnya. Diharapkannya, pada Kamis (21/6/2018) mereka sudah mendapat kabarnya. “Tapi hari ini sudah mulai diproses perizinannya itu. Saya rasa KPU sudah mulai tahu soal ini, karena hari ini suratnya kita masukkan ke Polda Sumut, mungkin kalau sore ini sudah ada jawaban dari Polda, sore ini kita beritahukan pemberitahuannya ke KPU,” ungkapnya.

Tidak dilakukannya kampanye akbar di Lapangan Merdeka, sambung dia, mengingat masih dalam suasana Idul Fitri, cuaca ekstrim, makanya mereka tidak mau pendukung mereka merasa kepanasan di bawah terik matahari.
“Walaupun mereka dengan semangatnya, tapi kita juga punya rasa. Sedangkan kita di dalam ruangan saja, kadang-kadang merasa gerah, jadi kampanye akbar ini kita ganti menjadi kampanye dialogis, berdoa bersama,” ujarnya.
“Kita yakin, doa bisa lebih menggugah hati orang, ketimbang hura-hura, mengumpulkan banyak massa, bukan tidak mungkin terjadi singgungan atau hal-hal lain yang tidak kita harapkan,” tandasnya. (*)