Tokoh Hukum Internasional

lberico Gentili

Alberico Gentili

KABARHUKUM | lberico Gentili adalah seorang ahli hukum dan intelektual humanis yang berasal dari San Gines, Italia. Ia dilahirkan di San Gines pada 14 Januari 1552 dari keluarga keturunan bangsawan. Setelah mendapatkan gelar doktor Hukum Perdata dari Universitas Perugia pada tahun 1572, Gentili menjadi walikota pertama di Ascoli, kemudian ia menjadi pengacara di San Gines dengan mandat untuk memodifikasi tugas statuta kota dan revisi dari peraturan perundang-undangan kota, yang ia selesaikan pada tahun 1577.

Pada tahun 1578, Gentili bersama ayahnya, Matteo Gentili dan saudaranya, Scipione Gentili melarikan diri karena keyakinan mereka, Protestan. Gentili kemudian mengungsi dan menetap di Inggris. Pada tanggal 1581, Gentili mefokuskan kehidupannya pada lingkungan intelektual dengan mengajar hukum di Oxford University, Inggris atas surat Earl of Leicester. Komentar, perdebatan dan dialog Gentili mengenai hukum Romawi menjadi terkenal di Inggris. Setelah enam tahun mengajar di Oxford University, ia diangkat menjadi Profesor Regius. Dalam kapasitas ini ia memainkan peranan penting sebagai pengacara, penasihat dan ideolog, mengurus masalah yang paling mendesak dari politik domestik dan internasional dalam pemerintahan Elizabeth I dan James I Stuart Tudor.

Pada tahun 1600, Gentili menjadi anggota Inn Gray, sebuah asosiasi profesional untuk pengacara dan hakim di London. Dan pada tahun 1605, Gentili juga menjabat menjadi pengacara untuk Kedutaan Besar Spanyol di High Court of Admiralty di London, di mana continental civil law dan english common law diterapkan. Dalam hal ini, Gentili terutama bertanggung jawab dalam menangani kasus-kasus pembajakan dan hukum maritim. Selain mengunjungi Inggris, Gentili juga sempat mengunjungi beberapa universitas di Jerman, seperti Tubingen dan Heidelberg.

Dia berasal dari kecenderungan dalam tradisi hukum alami terhadap pandangan, positivistik sekuler, nasionalis menerima wawasan sosiologi.Selama berkecimpung di dunia akademis, Gentili telah menerbitkan kurang lebih 26 karya tulis dan 2 manuskrip yang tidak diterbitkan (‘De papatu Roman Antichristo’ e dan ‘Ad tit. C ad legem Iuliam de adulteriis Commentarius ‘). Gentili tidak hanya menuliskan karya tentang hukum, melainkan juga mengenai teologis dan sastra. Karya-karya Gentili dapat ditemukan di Perpustakaan Bodleian di Oxford. Karya Alberico Gentili tentang hukum yang terkenal berjudul De Jure Belli, yang diterbitkan pada tahun 1598. De Jure Belli, karya Gentili tersebut telah membuatnya dipandang sebagai pendiri ilmu hukum Internasional klasik. Di Eropa Barat, Gentili merupakan orang pertama yang memisahkan hukum sekuler dari teologi Katolik Roma dan hukum kanon.
Selain De Jure Belli, karya-karya lain Alberico Gentili yang juga cukup terkenal, diantaranya :

  • De Juris interpretibus Sex Dialogis (1582), buku yang menunjukkan bahwa Gentili merupakan pendukung setia Bartolist Methode dan Philogical Methode yang ia terapkan dalam hukum Romawi.
  • De Legitionibus Tres Libri jilid I (1584), berisi hukum tentang duta dan kedutaan, atas kasus yang muncul bahwa Mendoza, Dutaan Besar Spanyol berkomplot untuk melawan Ratu Elizabeth di Inggris dan berisi perdebatan antara Leicester dan Sir Philip Sidney ketika mereka mengunjungi sekolah-sekolah di Oxford.
  • De Jure Belli Commentatio Prima (1588), berisi tentang hukum perang dalam perdebatan seputar hukum di Annual Act. Dalam pandangannya, hukum internasional harus terdiri dari praktek-praktek yang sebenarnya dari bangsa-bangsa beradab, bertabi’at dengan moral (tetapi tidak secara khusus relijius) dan pertimbangan. Meskipun ia menolak otoritas gereja, ia menggunakan penalaran hukum kanon serta hukum perdata setiap kali itu cocok tujuannya. Gentili berpendapat bahwa karena pangeran dan masyarakat, maupun hakim tidak ada yang terunggul di antara mereka, maka penghakiman senjata pun diperlukan.Gentili juga menyatakan “the agreement of all nations about a matter must be regarded as law of nature.”Itulah mengapa dalam hukum internasional peran moralitas sangat penting.
  • De Jure Belli Tres Libri jilid II (1598), merupakan revisi dari buku sebelumnya, De Jure Belli Commentatio Prima. Buku ini dianggap menjadi salah satu sumber hukum internasional publik.
  • Hispanicae Advocationis Libri Duo, berisi tentang kumpulan kasus yang dialami Alberico Gentili selama menjabat menjadi pengacara Kedutaan Spanyol, yang ditulis oleh saudaranya, Scipio Gentili, yang juga menjadi ahli hukum terkenal di Universitas Altdorf, Nuremberg.

Pada tahun 1608, Alberico Gentili meninggal dan dimakamkan di Gereja St.Helen, Bishopsgate di samping makam ayahnya. Gentili meninggalkan seorang istri, Hester de Peigni dan kedua putranya, Robert dan Matius dan seorang putri, Anna. Hingga saat ini, karya-karya Alberico Gentili masih terus digunakan sebagai objek maupun sumber kajian hukum internasional, terutama di wilayah Eropa. (*)