Orang Tua Aan Andika Curigai Kematian Anaknya

Aan Andika.

KABARHUKUM-Medan | Sutrisno (50) dan Sukariyem (50),  warga Jalan Diski Glugur Rimbun Dusun I, Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang mencurigai kematian anaknya  Aan Andika (23) yang saat itu dalam status tahanan Jaksa Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Pancur Batu yang dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Pancur Batu.

“Aan Andika diancam pidana dalam Pasal 71 Jo Pasal 62 ayat 1 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada agenda sidang putusan sela (jawaban jaksa), Rabu 18 Juli 2018 sore, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pancur Batu Edward SH MH sudah mengingatkan Jaksa Cabjari Pancur Batu Hamida Boru Ginting SH agar terdakwa Aan Andika diperhatikan kesehatannya,” ungkap kuasa hukum terdakwa Harlianda SH kepada wartawan, Selasa (24/7/2018) di Medan.

Dikatakan Harlianda, kliennya (Aan Andika, red) yang dikabarkan sudah di bawa ke rumah sakit pada Jumat (20/7/2018). “Kabar tersebut  diterima adik klien kami, Tio dari seseorang yang mengaku bernama Agus, agar pihak keluarga untuk membawa BPJS, KTP dan KK. Akan tetapi kami sebagai kuasa hukum tidak mendapatkan informasi baik dari jaksa penuntut umum (JPU) atau dari petugas Rutan Pancur Batu,” ujarnya.

Kedua orang tua Aan Andika Sutrisno dan Sukariyem yang mendengar kabar dari Tio, sekitar pukul 17.00 WIB langsung menuju Rutan Pancur Batu. Salah seorang petugas Rutan Pancur Batu menyebutkan Aan Andika sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Bandung Jalan Mistar, Medan. Lantas, kedua orang tua Aan Andika menuju RSU Bandung.

“Setibanya orang tua klien kami di RSU Bandung Jalan Mistar, Medan, sekitar pukul 19.00 WIB, bertemu dengan JPU Hamida dan menanyakan kondisi anaknya. Jaksa Hamida mengatakan anak ibu sudah ngak ada. Spontan Sukariyem tak sadarkan diri . Sementara Sutrisno yang ingin melihat anaknya di suatu ruangan gelap tanpa di temani petugas RSU Bandung maupun Jaksa Hamida,” ungkapnya.

Harlianda mengatakan, Sabtu (21/7/2018) sekira pukul 11.00 WIB, jenazah almarhum Aan Andika di kebumikan di tempat pemakaman umum Telaga Sari Dusun I, Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Deliserdang. “Pada hari pemakaman almarhum Aan Andika, tidak ada pihak dari Cabang Kejaksaan Negeri Pancur Batu dan petugas Rutan Pancur Batu yang hadir.Sampai saat ini, pihak keluarga almarhum tidak mendapat penjelasan dari pihak Rutan maupun jaksa terkait dengan kematian almarhum,” tegasnya.

Kondisi ini, lanjut Harlianda, pihak keluarga merasa aneh dengan meninggalnya almarhum dan kecewa dengan perlakuan jaksa. “Pihak keluarga merasa perlu mendapatkan penjelasan dari pihak Rumah Sakit, Rutan dan jaksa. Keluarga almarhum memohon keadilan, karena Republik Indonesia adalah negara yang berlandaskan hukum,” ketus Harlianda. (*)


Laporan: Ki Andank

ARTIKEL TERKAIT