Meskipun Sangat Sulit, Priadi: Pembenahan Lapas Harus Dilakukan dalam Koridor SOP

Kakanwil Kemenkumham Sumut Priadi berdialog dengan Warga Binaan di salah satu Lapas. (sumber: sumut.kemenkumham.go.id)

KABARHUKUM-Medan | Kakanwil Kemenkumham Sumut Priyadi menegaskan, bahwa upaya pembenahan lapas harus dilakukan dalam koridor SOP (Standar Operasional Prosedur-red) yang dijalankan dengan pasti meskipun sangat sulit.

“Dalam hal upaya-upaya yang akan dilakukan, yang sangat penting ditegaskan yaitu jalankan SOP dengan pasti meskipun sangat sulit,” ujar Priyadi, mengomentari terkait kasus jual-beli fasilitas di lapas yang ramai dibicarakan publik belakangan ini pasca terungkapnya kasus Lapas Sukamiskin baru-baru ini, Rabu (1/8/2018).

Ketika disinggung adanya dugaan jual beli fasilitas maupun pengistimewaan napi-napi tertentu yang juga terjadi di Lapas Klas I Tanjung Gusta, Priyadi menjelaskan bahwa dari razia yang belum lama ini dilakukan secara serentak di sejumlah provinsi termasuk Sumut tidak ditemukan adanya fasilitas mewah maupun napi yang diistimewakan.

Ditambahkannya, dalam berbagai upaya upaya pembenahan lapas dan rutan yang ada pihaknya bersama instasi terkait lain tentunya juga perlu dukungan dari masyarakat agar bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasayarakatan (Kalapas) Klas I Tanjung Gusta Medan yang baru Budi Argap Situngkir berjanji tidak akan ada kamar ekslusif maupun napi istimewa di Lapas Tanjung Gusta.

Pengganti Tejo Herwanto yang ditunjuk Menkumham menjabat Ka Lapas Sukamiskin  pasca OTT KPK terkait kasus jual beli fasilitas di lapas belum lama ini  mengakui,  meski tidak mudah dilakukan namun beragam persoalan di Lapas Klas I Tanjung Gusta akan berupaya dibenahi, termasuk menyangkut napi istimewa maupun kamar ekslusif di dalam lapas yang belakangan menyeruak dari kasus jual beli fasilitas yang dibongkar KPK di Lapas Sukamiskin.

“Kita pastikan tidak akan ada kamar ekslusif dengan fasilitas mewah ataupun napi yang diistimewakan, itu janji saya yang pastinya akan diupayakan sekuat tenaga kedepan. Tidak ada yang diistimewakan, baik itu napi kasus korupsi, napi kasus narkoba atau napi-napi lainnya. Semuanya sama,” ujar Budi  yang sebelumnya menjabat Ka Lapas II B Binjai, Rabu (1/8).

Kendati demikian Budi mengaku, dalam tugas barunya yang diamanahkan menjabat Ka Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan saat ini dirinya masih menyiapkan langkah-langkah pemetaan untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di dalam lapas. Hal itu menurutnya harus dilakukan melalui pendekatan ke dalam struktur jajaran dibawahnya terlebih dahulu. “Mengenai pelaksanaan tugas di Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan kedepannya, saya masih menyiapkan langkah-langkah awal terlebih dahulu karena saya masih di Binjai hari ini walaupun sudah dilantik. Nanti setelah serah terima baru kita akan lakukan pendekatan ke jajaran untuk memulainya,” tandas Budi Argap Situngkir. (*)

ARTIKEL TERKAIT