Serobot Tanah Negara, Tamin Sukardi Dituntut 10 Tahun Penjara

Sejumlah massa menggelar demo terkait sidang Tamin Sukardi di PN Medan.

KABARHUKUM-Medan | Pengusaha Properti Tamin Sukardi dituntut 10 Tahun Penjara karena terbukti telah menjual lahan seluas 74 hektar di Pasar 4 Desa Helvetia, Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara seharga Rp 132 Milyar. Selain tuntutan badan, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 132 Milyar atau digantikan kurungan selama lima tahun apabila aset yang disita tidak bisa menutupi sebagai pengganti kerugian negara.

Baca berita terkait: Massa Demo Sidang Tamin Sukardi Tuntut Dihukum Tinggi dan Dipenjarakan

Dalam tuntutannya yang dibacakan JPU dari Kejagung, Salman menjelaskan, bahwa alasan kenapa Tamin Sukardi dialihkan dari tahanan Rutan Tanjunggusta ke rumah karena sakit jantung yang diderita. Sedangkan mengenai kasusnya apa yang diperbuat terdakwa jelas merugikan negara.

Setelah pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda kesaksian. Sementara itu jaksa yang dikonfirmasikan sekaitan kasus tersebut, sengaja menghindar dengan mengatakan “No Coment”.

Sementara Tamin Sukardi melalui Penasehat Hukumnya, Fakhruddin Rivai menyatakan akan menyampaikan keberatan atas tuntutan jaksa yang disampaikan pada saat pembelaan nantinya. Dalam tuntutan tersebut jaksa mengabaikan fakta yang terungkap dalam persidangan. “Jadi kawan-kawan media mohon bersabar nanti kita sampaikan dalam nota pembelaan,”ucap Fakhruddin yang mengiringi Tamin Sukardi meninggalkan gedung Pengadilan Negeri Medan.

Sementara itu pembacaan tuntutan Tamin Sukardi diwarnai dengan aksi unjukrasa dari ratusan orang yang tergabung dalam Komite Tani Menggugat (KTM) yang berlangsung di depan halaman pengadilan. (*)


 

ARTIKEL TERKAIT