Meiliana Divonis 1.5 Tahun

KABARHUKUM-Medan | Meiliana, perempuan yang jadi terdakwa kasus penistaan agama di Tanjung Balai Sumatera Utara divonis 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Majelis Hakim menyatakan Meiliana terbukti melanggar Pasal 165A KUHAPidana.

“Menyatakan terdakwa Meliana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. Menjatuhkan kepada terdakwa pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo di PN Medan, Selasa (21/8).

Menyikapi hasil vonis ini, Meiliana dan kuasa hukum mengaku akan mengajukan banding. Sementara, jaksa penuntut umum mengaku masih pikir-pikir.

Seperti diketahui, Meiliana jadi tersangka kerusuhan berbau SARA itu karena mempermasalahkan volume suara azan di masjid Al-Makhsum, sekitar tempat tinggalnya.

Sikap Meiliana itu yang kemudian memicu kerusuhan warga di Tanjungbalai, pada 2016 lalu.

Penyidik kemudian menetapkan Meiliana sebagai tersangka. Pada 30 Mei 2018, jaksa penuntut umum menahan Meiliana di Rutan Tanjung Gusta Medan. (*)

ARTIKEL TERKAIT