Jaring CHA Potensial, KY Jemput Bola ke Beberapa Daerah

Juru Bicara KY, Farid Wajdi.

KABARHUKUM-Medan | Komisi Yudisial (KY) kembali membuka penerimaan calon hakim agung (CHA) Tahun 2018 sejak Rabu (15/8) hingga Kamis (6/9) mendatang. KY akan melakukan jemput bola CHA berkualitas dan memiliki integritas.

Juru Bicara KY Farid Wajdi mengatakan, KY dituntut untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas calon agar dapat merespons kondisi terkini. Para CHA harus memenuhi aspek kualitas dan integritas sebagai kriteria utama KY dalam melakukan seleksi. “Oleh karena itu, aksi jemput bola ke beberapa daerah demi menjaring lebih banyak calon-calon berkualitas,” ujarnya.

Dijelaskannya, sosialisasi dan penjaringan akan terus dilakukan ke masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah, maupun kalangan badan peradilan. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik dalam mengikuti seleksi CHA,” sebutnya.

Para calon potensial tersebut di antaranya Ketua, Wakil Ketua dan hakim tinggi dari Pengadilan Tinggi, Pengadilan Tinggi Agama, Pengadilan Tinggi TUN, dan Pengadilan Militer Tinggi. Dari jalur nonkarier, KY menyasar praktisi hukum yang bergelar Doktor dan berpengalaman di bidang hukum sekurang-kurangnya 20 tahun, baik dari unsur akademisi maupun advokat, notaris, dan lainnya.

Adapun wilayah yang dianggap potensial untuk menjaring CHA adalah Medan dan Makassar. “Di Medan, sosialisasi dan penjaringan CHA Tahun 2018 akan dilaksanakan pada Jumat, 24 Agustus 2018 di Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara UMSU. Dan pada waktu bersamaan juga dilangsungkan di Universitas Hasanuddin, Makassar,” kata Farid.

Sekadar informasi, berdasarkan surat Wakil Ketua MA RI Bidang Non Yudisial Nomor 4/WKMA.NY/7/2018 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim Agung, MA membutuhkan 8 orang hakim agung, di antaranya 1 orang untuk kamar Pidana, 1 orang untuk kamar Agama, 2 orang untuk kamar Militer, 3 orang untuk kamar Perdata, dan 1 orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak.

“KY mengundang seluruh putra putri terbaik bangsa yang memenuhi syarat untuk dapat mengikuti proses seleksi calon hakim agung dimaksud, sehingga visi mewujudkan badan peradilan yang agung betul-betul dapai dirahih,” pungkasnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT