Heboh Vonis Sidang Kasus Penistaan Meiliana, Ini Tanggapan KY

Farid Wajdi, Juru Bicara Komisi yudisial RI. (Foto: kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Terkait putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang  menjatuhkan vonis 18 bulan kepada Meiliana pada Selasa (21/8),  Komisi Yudisial  (KY) mengimbau semua pihak menghormati proses dan putusan hakim.

“KY menegaskan, seluruh materi dalam persidangan merupakan otoritas hakim utk dapat memeriksa, mengadili, dan memutusnya,” ujar Juru Bicara KY Farid Wajdi di sela acara Sosialisasi dan Penjaringan Calon Hakim Agung (CHA) di Aula Kapus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jl Denai 217 Medan, Jum’at (24/8/2018).

KY juga meminta kepada semua pihak untuk menggunakan jalur yang tersedia melalui upaya hukum. Menurut Farid, semua pihak selayaknya bersikap proporsional dalam memandang hasil putusan pengadilan, tidak terlalu prejudice terhadap majelis. “Teruslah percaya kepada sistem peradilan kita,” kata Farid.

Jika ada pelanggaran kode etik, lanjut Farid, pihaknya (KY-red)  terus untuk tetap objektif terkait kasus ini. Namun yang perlu ditegaskan, sambungnya,  KY tidak akan masuk dalam ranah teknis yudisial menyangkut pertimbangan yuridis dan substansi putusan hakim.

Kemudian, di sisi advokasi hakim, KY juga meminta kepada semua pihak agar tidak mengintervensi hakim maupun pengadilan dengan merendahkan kehormatan dan keluhuran hakim.

“Di sisi lain, meski wewenang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara merupakan hak mutlak dan independensi hakim, tapi seharusnya hal tersebut tidak diartikan bahwa hakim harus kedap atau buta terhadap rasa keadilan di masyarakat,” pungkasnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT