Meski Sembunyi di Bogor, DPO Terpidana Mantan Sekda DS Diringkus Intel Kejatisu

KABARHUKUM – Medan | Masa enam tahun pelarian Drs Chairullah SIP MAP harus berakhir saat Asisten Intelijen Kejati Sumut, Leonard Eben Ezer Simanjuntak memimpin langsung Tim Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 melakukan penangkapan disebuah rumah di Jalan Kalisuren, Perumahan Griya Kalisuren Blok A2 No 14, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Bogor pada Sabtu (25/08/2018) dini hari.

Chairullah adalah mantan Sekda Kabupaten Deli Serdang (DS) dan juga PJ Bupati Serdang Bedagai yang terlibat kasus korupsi proyek bantuan Pembinaan Kemanan Ketertiban Pemilu Tahun 2003 dan Bantuan Pembinaan Kemasyarakatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2004 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2.145.000.000,-.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kepada wartawan menerangkan bahwa Chairullah selama masa pelariannya sering berpindah-pindah hingga terakhir ia menetap di Bogor karena memiliki usaha disana. Untuk penangkapan ini, menurut Sumanggar pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap terpidana DPO tersebut selama hampir 2 bulan.

Lanjut Sumanggar, pelaksanaan operasi intelijen pihaknya berjalan dengan aman dan sangat kooperatif, baik DPO maupun anak-anaknya (keluarga).

“Tim saat pengamanan melakukan upaya persuasif dengan menyadarkan DPO dan keluarganya agar dengan kooperatif dapat melaksanakan putusan Mahkamah Agung. Selanjutnya DPO dibawa langsung menuju Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta dan diberangkatkan ke Medan pukul 05.30 Wib dengan pesawat Lion Air JT 308 dan tiba di Bandara Kualanamu Internasional sekutar pukul 07.40 Wib,” ucap Sumanggar.

Selanjutnya, Tim Intelijen Kejatisu menjemput Chairulah dari Bandara KualaNamu dan langsung Dibawa ke Kejatisu untuk diproses administrasi guna diserahkan ke Kejari Deli Serdang untuk di eksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Untuk diketahui, status hukum Chairullah menjadi terpidana sejak 21 Agustus 2010 berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2100 K/Pid.Sus/2009
dengan pidana penjara selama 2 tahun, denda sebesar Rp. 50.000.000, subsidair 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti sebesar Rp 2.094.000.000, Subsidair 1 tahun penjara.

Bukannya patuh atas penetapan keputusan itu, Chairullah malah melarikan diri sehingga dirinys ditetapkan sebagai DPO (buronan) sesuai surat permohonan Kajari Lubuk Pakam Nomor: B-1557/N.2.22/Dsp.1/04/2012 sejak tanggal 23 April 2012.

Selain mantan Sekda Kabupaten Deli Serdang, Chairullah juga Mantan Pj Bupati Serdang Bedagai, bahkan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kabag Humas Pemko Medan. Kini, pria tambun ini untuk berjalan saja sangat susah hingga harus dipapah keluar dari mobil menuju kursi roda yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh Kejati Sumut.

ARTIKEL TERKAIT