IKA-UMSU Jabodetabek Kutuk Kekerasan Terhadap Mursal Fadillah

IKA-UMSU Jabodetabek menyampaikan konfrensi pers terkait kasus kekerasan terhadap Mursal Fadillah, pengacara Neno Warisman, di Jakarta (28/8/2018)

KABARHUKUM-Jakarta | Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (IKA-UMSU) Jabodetabek mengutuk keras tindakan semena-mena, tidak manusiawi yang diduga dilakukan aparat kepolisian terhadap Mursal Fadillah SH, kuasa hukum Neno Warisman, ketika menyampaikan pernyataan atau pendapat hukumnya di depan awak media di gerbang Bandara SSK II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8/2018).

Ketua IKA-UMSU Jabodetabek Edi Sahputra SSos menegaskan, bahwa kedudukan Mursal Fadilah adalah kuasa hukum dari Neno Warisman yang secara tegas dilindungi oleh konstitusi, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 28E UUD 1945 jo. UU No 9 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan pendapat di Muka Umum.



“Karena itu, kita mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera melakukan upaya dan tindakan tegas terhadap anggotanya yang diduga keras telah melakukan tindakan kekerasan dan tidak manusiawi yang tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana yang dimaksud dalam  Pasal 7 ayat 1 (satu) Protab Dalmas,” ujar Edi didampingi Sekretaris IKA UMSU Jabodetabek  Denny Ardiansyah Lubis SH MH di Jakarta, Selasa (28/8/2018)

Lanjut Edi, pihaknya juga mendesak Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi-red) untuk mengambil langkah-langkah hukum membela dan melindungi anggotanya dalam menjalankan profesinya sebagai advokad. “Karena faktanya saudara Mursal Fadillah ketika peristiwa itu terjadi bertindak untuk dan atasnama Neno Warisman selaku Penasehat Hukum,” tegasnya.

Selain itu, IKA-UMSU Jabodetabek juga mendesak Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM-red) untuk menjalankan fungsinya berupa perlindungan, pemantauan dan investigasi terhadap adanya dugaan tindakan yang melanggar HAM.

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya para alumni UMSU di manapun berada untuk memiliki empati, solidaritas dan perhatian khusus dalam rangka memberi bantuan serta dukungan moral kemanusian terhadap sesama alumni dan  sesama warga negara untuk menolak segala tindakan semena-mena agar kedepan tak terulang kembali,” ujar Denniy Ardiansyah menambah.

Terkait kasus ini, Denny menyampaikan, bahwa pihaknya sudah membentuk  Tim Advokasi dan Bantuan Hukum terhadap Mursal Fadillah yang diketuai oleh Jhon Eli Tumanggor SH dan Irwan Syahrizal SSn, SH MH. (*)

ARTIKEL TERKAIT