Ini Respon KY Terkait OTT KPK Terhadap Hakim PN Medan

Suasaana di PN Medan pasca OTT KPK. (Foto: sumutnews)

KABARHUKUM-Medan | Atas terulangnya Operasi Tangkap Tangan (OTT)  oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan hakim di PN Medan harin ini, Selasa (28/8/2018) , Komisi Yudisial menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut.

Juru bicara KY Farid Wajdi mengutarakan, bahwa sekitar tiga tahun lalu, pihaknya pernah memperingatkan pentingnya perubahan mendasar terkait aspek integritas. Namun, hal itu belum sepenuhnya didengar dan berujung terulangnya OTT di lingkungan peradilan TUN yang melibatkan pengacara OC Kaligis.




Menurut Farid, KY telah berupaya melakukan serangkaian usaha percegahan agar kejadian ini tidak berulang kembali. Namun, hari ini kembali terulang peristiwa yang mencoreng dan menjadi tamparan bagi dunia peradilan. Kami yakin seluruh jajaran peradilan masih punya energi besar untuk kembali bangkit. “Jangan sampai ulah beberapa oknum tersebut menjadi stigma negatif terhadap usaha perbaikan peradilan,” ujar Farid, Selasa (28/8/2018).

Dalam rangka pencegahan, KY telah menggandeng unsur pimpinan pengadilan untuk bersama-sama meminimalisir potensi terjadinya pelanggaran kode etik. KY terus mengingatkan Pimpinan pengadilan harus menjadi teladan yang menampilkan kemuliaan profesi.

Sekalipun OTT Kali ini justru melibatkan unsur pimpinan, tetapi Farid menegaskan KY akan terus melakukan hal itu. “Perlu komitmen yang lebih besar dan tindakan konkret, lebih dari sekadar peraturan. Sebagai pimpinan harus memberikan teladan kepada bawahan,” katanya.

Sebagai profesi mulia, kata Farid, hakim harus sadar dan senantiasa menjaga kewibawaan. Namun yang lebih penting, korps para hakim tidak terletak pada profesi tetapi pada nilai. “Mari sama-sama menjauhi korupsi untuk mengembalikan kepercayaan publik demi terwujudnya peradilan bersih dan agung,” himbau Farid. (*).

ARTIKEL TERKAIT