Diana Aman Buronan Terpidana Kejaksaan NTT Diringkus Intelijen Kejatisu

KABARHUKUM-Medan | Terpidana kasus penjualan orang (Human Traffiking), Diana Aman yang sempat jadi buronan Kejari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diringkus Tim Intelijen Kejati Sumatera Utara (Kejatisu). Diana diamankan Imigrasi Tanjung Balai saat kembali dari Malaysia dengan menumpangi Kapal Ferry Ocean Star 2, menuju Pelabuhan Teluk Nibung.




Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian menyampaikan hal tersebut, Jumat (31/08/2018) dan menerangkan kalau Diana pada Mei 2017 lalu, telah divonis 9 tahun penjara oleh pengadilan negeri setempat.

Dijelaskan Sumanggar, Diana kabur saat pengalihan tahanan dikabulkan majelis hakim. Sehingga saat pembacaan putusan terpidana tidak hadir atau in absensia. Untuk menghindari kejaran petugas terpidana sempat berpindah-pindah tempat baik di Jakarta maupun Medan yang kemudian kabur ke Malaysia.

“Diana sendiri merupakan warga Tebingtinggi dan ia memang berprofesi sebagai penyalur TKI ke luar negeri, ” ucap Sumanggar.

Sementara itu, Kasi Tiga Intel Kejati NTT, Sukwanto menerangkan bahwa terpidana merupakan bagian dari sindikat penjualan orang internasional. Ada Sembilan orang, satu meninggal dan cuma Diana yang belum dihukum. Memang pelaku sudah dinyatakan buron semenjak Mei 2017 lalu, dan akhirnya tertangkap petugas imigrasi Tanjung Balai ketika hendak ke Tebing Tinggi menemui anggota keluarganya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Asintel Kejatisu, Leo Simanjuntak dan Kajari Tanjung Balai, Zulfikar Tanjung, yang langsung mengamankan terpidana saat memasuki Indonesia melalui pelabuhan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai,” ucapnya.

Lanjut Sukwanto, selanjutnya terpidana ini akan langsung diboyong ke Kupang guna pelaksanaan eksekusi dan menyerahkannya kepada pihak Lapas guna menjalani hukuman yang sudah diputuskan.

Diana Aman merupakan gembong perdagangan manusia di Nusa Tenggara Timur yang mengakibatkan kematian Yufrinda Selan yang meninggal di Malaysia beberapa waktu lalu.(*)

ARTIKEL TERKAIT