FRI: Rektor dan Kampus Harus Jaga Netralitas

Forum Rektor Indonesia

KABARHUKUM-Jakarta|  Semua perguruan tinggi (PT) dan rektor harus menjaga netralitas kampus dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis.  Namun meskipun demikian, PT diharapkan aktif berkontribusi dan rekomendasi untuk kepemimpinan yang cerdas dan berkarakter.




Demikian himbauan yang disampaikan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu. “FRI boleh bersuara dan turut serta dalam pesta demokrasi di negara Indonesia, tapi yang harus selalu dipegang adalah netralitas,” ujarnya, Senin (3/9).

Dikatakannya, menjaga netralitas memang menjadi salah satu tema kerja prioritasnya. Sebab, tahun ini telah melewati pilkada serentak dan tahun depan ada pemilihan umum serentak.

Dijelaskannya, netralitas wajib dijaga oleh rektor karena tidak semua rektor dan pejabat di perguruan tinggi itu berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki aturan ketat terkait pilkada dan pilpres. Bahkan, menurut dia, tidak sedikit juga rektor yang merangkap sebagai politisi. “Kan banyak ya, politisi yang membangun perguruan tinggi. Nah, ini yang harus dikritisi dan menjadi perhatian bersama agar dia tidak mencoreng independensi yang seharusnya dibangun di perguruan tinggi,” jelasnya. (*)

 

ARTIKEL TERKAIT