MA Tempatkan Marsudin dan Wahyu Sebagai Hakim Yustisial, Ini Tanggapan KY

Mantan Ketua PN Medan Marsudin Naiggolan dan Wakilnya Wahyu Prasetyo Wibowo.

KABARHUKUM-Jakarta |Komisi Yudisial menghargai keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menempatkan  Marsudin Nainggolan (Eks Ketua PN Medan) dan Wahyu Prasetyo Wibowo  (Wakil Ketua PN Medan) sebagai Hakim Yustisial di Dirjen Badilum Mahkamah Agung.

“KY menghargai setiap langkah kebijakan yang dilakukan MA, termasuk menempatkan Ketua dan Wakil Ketua PN Medan,” ujar Juru Bicara KY Farid Wajdi, Kamis (6/9/2018).




Dalam pemahaman KY, kata Farid, Hakim Yustisial merupakan status sekaligus posisi yang untuk dua hal. Pertama, sifat perbantuan SDM pada Mahkamah Agung (MA) yang membutuhkan tenaga lebih untuk menjadi asisten para Hakim Agung. “Hal ini mengingat besarnya load  perkara yang harus ditangani dan menghindari penumpukan perkara,” jelasnya.

Kedua, semacam mekanisme peralihan untuk sementara waktu bagi berbagai tujuan, termasuk di antaranya bentuk lain dari nonpalu atau bisa dikatakan transisi sebelum sanksi sebenarnya.

Terkait hal itu, lanjut Farid,  peristiwa OTT di Medan kemungkinan dapat dipandang sebagai latar belakang utama penetapan status hakim yustisial bagi para hakim dimaksud.

“Bukan hal yg mengejutkan, dan dapat diprediksi kemungkinannya. Kami yakin alur dan arah proses selanjutnya kasus itu dipahami dengan baik oleh logika publik,” kata Farid. (*)

ARTIKEL TERKAIT