KMN Komisariat UPMI Kutuk Keras Penganiayaan Terhadap Tini Lase

KABARHUKUM-Medan | Penganiayaan yang terjadi terhadap salah seorang alumni Fakultas Administrasi Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI), Tini Lase, mendapat perhatian khusus dari Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Komisariat UPMI. Penasehat KMN Komisariat UPMI, Zaman K Mendrofa mengutuk keras pelaku penganiayaan, Yohana (53) yang menyebabkan korban hingga dirawat di rumah sakit akibat peristiwa yang terjadi Selasa 11 September 2018 lalu.

“Kita mengutuk kearogansian Yohana yang melemparkan gelas kepada alumni kita, Tini Lase sehinga dikhawatirkan bisa semakin memperburuk kondisi soial dan menimbulkan kebencian antar etnis,” ujar Zaman.

Ditegaskan Zaman, apa yang dilakukan Yohana terhadap Tini merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji bahkan cenderung menyepelekan harkat dan martabat sesorang.

“Tindakan tidak terpuji yang dilakukan Yohana terhadap Tini ini cendrung menyepelekan harkat dan martabat orang lain. Maka dari itu, kita mengutuk keras tindakan tersebut,” tegas Alumni UPMI ini.

Tegas Zaman lagi, pihaknya meminta keprofesionalan penegak hukum dalam kasus ini.“Saya minta Polisi benar-benar memberlakukan azas persamaan di hadapan hukum supaya masyarkat percaya kepada aparat penegak hukum,” ucap Zaman.

Kepada seluruh elemen masyarakat Nias, Zaman meminta untuk menahan diri dan mempecayakan kasus ini kepada pihak berwenang.

“Kita meminta semua pihak, terlebih elemen masyarakat Nias untuk menahan diri dan mempecayakan proses penanganan kasus ini kepada pihak berwenang,” pintanya.

Dirinya meyakini, bahwa pihak Kepolisian dalam hal ini Polsek Medan Kota yang menangani kasus tersebut cukup profesional.

“Polsek Medan Kota telah menangkap pelaku dan menahannya. Ini bukti dari keprofesionalan pihak Kepolisian dalam menagani kasus ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, penganiayaan tersebut bermula ketika pelaku datang ke warung nasi tempat korban bekerja dan memesan sejumlah nasi bungkus.

Menurut keterangan Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani Sik, penganiayaan tersebut bermula ketika pelaku datang ke warung nasi tempat korban bekerja dan memesan sejumlah nasi bungkus. Setelah memesan, wanita tersebut kemudian duduk di warung untuk menunggu pesanannya selesai.

Namun karena warung sedang ramai pembeli, korban pun cukup lama menyelesaikan pesanan nasi pelaku. Merasa pesanannya tidak kunjung selesai, pelaku pun memutuskan untuk membatalkan pesanannya.

Mendengar itu, korban tidak terima dikarenakan ia telah hampir selesai membungkus seluruh nasi pesanan pelaku.

“Selanjutnya cekcok pun terjadi antara pembeli dan penjual ini. Namun tanpa diduga, pelaku lalu melempar kepala korban dengan gelas,” terang Kompol Revi.

Melihat kejadian itu, warga yang berada di lokasi langsung datang melerai. Sedangkan korban yang sudah roboh tidak sadarkan diri karena mengalami luka, langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Setelah dirawat, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Kota. Sejauh ini kita masih menangani kasus tersebut. Sedangkan pelakunya sudah diamankan dan langsung ditahan serta dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman 5 Tahun Penjara, ” pungkas Kapolsek.(*)