Aparat Harus Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Kondisi Ratna Sarumpaet pasca kejadian dugaan penganiayaan yang menimpa dirinya.

KABARHUKUM-Medan | Pakar hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Abdul Hakim Siagian SH MHum mengatakan, kasus dugaan penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet yang terjadi di area parkir mobil di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jum’at (21/9/2018) lalu merupakan kasus tak biasa dan telah menyita perhatian publik, sehingga harusnya menjadi prioritas aparat untuk mengusutnya.

“Apalagi belakangan ini berbagai tindakan kekerasan, bahkan ada yang menyebutnya persekusi semakin marak terjadi,” ujar Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut ini, Selasa (2/9/2018).

Menurutnya, kalau penganiayaan saja itu memang delik aduan. Namun, lanjutnya, dalam konteks kasus ini sepertinya berpotensi lebih dari itu. “Disinilah letak  pentingnya pengusutan secara tuntas oleh aparat untuk mendapatkan bukti, sehingga bukti itulah yang menjelaskan apa gerangan peristiwanya,” jelas advokat yang maju sebagai Calon DPD RI No 21 dari dapil Sumut pada Pemilu 2019 nanti .

Hakim mendesak Negara hadir dalam melindungi dan memberikan kenyamanan serta  ketenangan kepada masyarakat. Harusnya, kata Hakim, aparat maksimal mencegah serta maksimal untuk menegakkan hukum bila dilanggar dengan adil tanpa pandang bulu. “Kita tunggu,” ujarnya.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, Selasa (2/10/2018) menjelaskan kronologi kasus tersebut.

Menurut dia, berdasarkan pengakuan Ratna, yang bersangkutan dikeroyok orang tidak dikenal di bandara di Bandung lalu dimasukkan ke dalam sebuah mobil pada Jumat (21/9). “Jadi, kejadiannya sudah lama dan kami baru tahu tadi malam. Ternyata beliau ketakutan, trauma sehingga tidak melaporkan dan tidak mengabarkan kepada siapa pun, dan kami pun tidak tahu kenapa beliau sangat takut,” ujarnya.

Menurut dia, Ratna ketakutan pascakejadian penganiayaan tersebut dan dirinya tidak tahu penyebabnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT