AHS: Dalam Praktik Kekinian Pacasila Cuma Slogan

Abdul Hakim Siagian jadi narasumber dalam acara Seminar Nasional “Membangun Indonesia dengan pancasila Sebagai Harga Mati Generasi Bangsa” yang diselenggarakan di Aula FDK UINSU, Rabu (24/10/2018)

KABARHUKUM-Medan | Pakar hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Abdul Hakim Siagian SH MHum (AHS) mengatakan, bahwa dalam pratik kekinian, Pancasila cuma ada dalam slogan, kata-kata dalam upacara, retorika elit penguasa, kurang dipahami dan jauh dari penghayatan dan pengamalan dari generasi milenial.

“Nasionalisme dan patriotisme sekarang ini sedang berada pada titik nadir yang sangat memprihatinkan,” ujarnya ketika tampil sebagai narasumber dalam acara Seminar Nasional “Membangun Indonesia dengan pancasila Sebagai Harga Mati Generasi Bangsa” yang diselenggarakan di Aula FDK UINSU, Rabu (24/10/2018)

Abdul Hakim Siagian bersama mahasiswa dan jurnalis usai acara.

Dalam paparanya, Akademisi dan Praktisi hukum yang maju sebagai Calon Anggota Dewan perwakilan Daerah (DPD) No 21 dari Dapil Sumut ini mengungkapkan, bahwa penyelenggara negara dalam arti luas malah lebih buruk dan  potret KKN adalah hal tak terbantahkan. “Sebenarnya, inilah musuh-musuh dan penghianat Pancasila itu,” tegas Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut ini.

AHS menilai, kondisi hari ini sudah dalam level “lampu merah”. Karenanya, BPIP dituntut memberikan jawaban bagai mana membumikan Pancasila itu segera. “Kendatipun nampaknya tak banyak diharap, pada hal gaji mereka begitu besarnya,” kata AHS.

Selain itu, AHS melihat, kampus harus menjadi variabel penting dan solusi terhadap hal itu.. Bahkan ia menantang kampus, tepatnya UINSU, untuk mampu memberi solusi tuntas untuk bangsa dan jawaban terhadap perang ideologi hari ini adalah Pancasila. “Hemat saya, ini merupakan peran akademisi dan mahasiswa Indonesia yang cukup strategis,” sebutnya. (*)

ARTIKEL TERKAIT