Tingkatkan Ghirah dan Wawasan Bermuhammadiyah, PC IMM Medan Gelar “Tadarus Pemikiran Kader”

KABARHUKUM-Medan | Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan sukses melaksanakan kegiatan “Tadarus Pemikiran Kader” yang bekerjasama dengan Fakultas Agama Islam UMSU. Kegiatan ini merupakan program perdana yang dilaksanakan oleh Bidang Riset Pengembangan dan Keilmuan PC IMM Kota Medan dengan tema: “Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah di IMM, Wujudkan Pendidikan Islam Bekemajuan”.

Kegiatan yang dihadiri kader-kader IMM dari berbagai universitas, yaitu IMM UMSU, UNIMED, USU dan UIN SU. tersebut berlangsung  di Gedung F UMSU (Ruangan Penjaminan Mutu) Jl. Kapten Mukhtar Basri, Medan, Sabtu (3/11/2018).

Dalam sambutannya, Ketua Bidang Riset Pengembangan dan Keilmuan PC IMM Kota Medan sekaligus sebagai Ketua Pelaksana mengatakan, bahwa  yang melatarbelakangi pemilihan tema kegiatan ini adalah karna melihat minimnya ghirah ber-Muhammadiyah dikalangan kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Menurut Angga, banyak kader yang masih awam pengetahuannya tentang ideologi Muhammadiyah dan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). “Contoh faktanya tidak sedikit kita melihat kader-kader IMM yang jarang aktif di Ranting-ranting Muhammadiyah dan minimnya implementasi nila-nilai keMuhammdiyahan di dalam diri kader-kader IMM,” ujar alumni Fakultas Agama Islam UMSU ini.

Ia juga mengungkapkan, hubungan Muhammadiyah dengan Pendidikan sangatlah erat, bahkan Muhammadiyah ialah salah satu organisasi Islam yang terbanyak memiliki instansi Pendidikan dari tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi. Dijelaskannya, Muhammadiyah juga mempunyai konsep pendidikan Islam yang tersusun dan tersistematis untuk di implementasikan kepada masyarakat luas khususnya di kalangan Muhammadiyah.

“Kita telah mengetahui bersama tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi bertakwa kepada-Nya dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia didunia dan akhirat. Maka dari itu pentingnya menguatkan atau merevitalisasi ideologi Muhammadiyah di IMM untuk wujudkan pendidikan Islam berkemajuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua umum PC IMM Kota Medan Ahmad Bayu Nugroho  dalam sambutannya ketika membuka acara ini menyampaikan, bahwa awal pergerakan Muhammadiyah ialah membenahi aqidah, sebelum akhirnya menjadi gerakan yang memiliki amal usaha yang luar biasa. “Sebagai kader IMM tentunya adalah sebuah kewajiban untuk mendakwahkan nilai-nilai al-Islam Kemuhammadiyahan ditengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan,  di era digital seperti saat ini sangat dibutuhkan kebijaksanaan dalam menggunakan media. Banyak hal-hal baik yang sudah tidak diberitakan oleh media sosial. Oleh karena itu, kata Bayu, sebagai Angkatan Muda Muhammadiyah kader IMM memiliki peran yang sangat penting dalam mensyiarkan kebenaran dan kebaikan melalui media sosial, agar hal tersebut dapat tersampaikan kepada masyarakat.

Sedangkan keynote speaker Dr Muhammad Qorib MA mengawali paparannya membaca surat Ali Imran ayat 104 tentang landasan berdirinya Muhammadiyah. Ia mengatakan, bahwa di setiap generasi harus ada segolongan umat yang selalu menyeru kepada kebajikan, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung. “Karena harus kita sadari bahwa berdakwah itu adalah tanggungjawab kita semua yang sering dinamakan kader dakwah, yakni bersama-sama membangun peradaban Islam yang sesungguhnya,” jelas Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut ini.

Kemudian Dekan FAI UMSU ini melanjutkan membaca surat al-Ma’un yang berisi tentang komitmen kader dakwah untuk membela dan menolong kaum yang lemah (mustad’afin). Dalam konteks ini, ia menegaskan bahwa orang-orang yang lalai terhadap implementasi dari surat ini ialah disebut orang-orang pendusta dalam beragama.

Terkait hal ini, Qorib menegaskan kepada para kader-kader IMM untuk menjadi pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan sebagai contoh dalam pergerakan dakwah di Indonesia ini.

Diakhir  paparannya, Qorib mengingatkan kembali Trilogi IMM dan Tri Kompetensi Kader kepada seleruh kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, yaitu dengan mendalami pengetahuan dan pengaplikasian nilai-nilai Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas (Keagamaan, Keilmuan dan Kemasyarakatan). Beliau menegaskan bahwa kader-kader IMM haruslah seimbang dalam mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut.

Di akhir pertemuan juga dibuka sesi tanya jawab dan diskusi. Bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari pemateri dan pimpinan IMM Kota Medan mendapat hadiah buku-buku tentang Kemuhammadiyahan. (*)

ARTIKEL TERKAIT