Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVII  Yogyakarta

Kader Pemuda Muhammadiyah Se-Indonesia Inginkan Ketum Baru yang Berintegritas dan Bukan ‘Kaleng-kaleng’

Ketua PDPM Medan Eka Putra Zakran dkk memberikan pernyataan di hadapan Ketua PP Muhammadiyah M Busyro Muqoddas di sela-sela pelaksanaan Muktamar.

KABARHUKUM-Yogyakarta | Hari kedua pelaksanaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-XVII  yang berlangsung di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (UMY), konstalasi  makin memanas, terutama terkait tarik-menarik pemilihan calon Ketua Umum.  Bahkan sempat beredar isu telah terjadi upaya intervensi dari pihak tertentu terhadap pelaksanaan Mukatamar tersebut.



Terkait hal tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Medan Eka Putra Zakran SH menyatakan sikap menolak Calon Ketua Umum (Caketum) yang melakukan manipolitik dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah serta mengecam  adanya upaya kriminalisasi terhadap Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah  Dahnil Anzar Simanjuntakdan  Ahmad Fanani.

Ketua PDPM Medan bersama rekan-rekan kader Pemuda Muhammadiyah di arena Muktamar.

Eka sangat menyesalkan jika ada salah satu calon yang memanfaatkan isu suap di tubuh pemuda Muhammadiyah sebagai bahan goreng-gorengan untuk menjatuhkan salah satu Caketum dalam muktamar XVII ini. “Kalau benar ada yg mengkriminalisasi untuk menang dalam Muktamar ini, kami mohon kepada calon tersebut agar segera bertaubat,” ujarnya didampingi  Eko Pujiatmoko Ketua PDPM Soekoharjo, Dani Putra Ketua PDPM Kota Depok bersama kawan-kawan PDPM se Indonesia lainnya di Arena Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (UMY), Selasa (27/11/2018).

Selanjutnya, Eka mengharapkan juga agar kiranya yang terpilih nanti adalah calon formatur yang berintegritas tinggi, sehingga yang terpilih nanti adalah Ketua Umum yang  cerdas dan berintegritas Ketua Umum seperti  sosok Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Selain berintegritas tinggi, juga merupakan kader idiologis dan otentik, istilah anak medan jangan kaleng-kaleng alias bajakan agar Pemuda Muhammadiyah kedepan lebih baik lagi,” kata Eka.

Terakhir, di hadapan  Ketua PP Muhammadiyah M Busyro Muqoddas ,  ia mengajak  kepada seluruh peserta Muktamar, khususnya Kader Pemuda Muhammadiyah se Indonesia agar  istiqomah menjaga integritas serta tidak tergiur dengan mony-politik atau politik suap. (*)