FH dan PKSK UMSU Gelar FGD tentang Hak Pilih Orang Gila dalam Pemilu Serentak 2019

KABARHUKUM-Medan | Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) bekerjasama dengan Pusat Kajian dan Studi Konstitusi (PKSK) UMSU menggelar Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Hak Pilih Orang Gila dalam Pemilu Serentak 2019 (Kajian Hak Konstitusional Warga Negara)’.

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa FH UMSU ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Yulhasni SS (Ketua KPU Sumut), Dr Tengku Erwinsyahbana SH MHum (Anggota Tim Pemeriksa Daerah DKPP-RI), Dr dr Elmeidah Efendi (Psikiater) dan Andryan SH MH (Akademisi FH UMSU).

Diawal acara, Ketua PKSK UMSU Benito Benito Asdhie Kodiyat MS SH MH menjelaskan, bahwa ide acara FGD ini pada mulanya muncul dari diskusi-diskusi kecil yang berkembang di kalangan kawan-kawan anggota PKSK tentang isu-isu terkini dalam kehidupan demokrasi di republik ini. Salahsatu isu yang paling menarik adalah soal rencana KPU yang akan mensyahkan orang gila (dalam tanda kutip) menyoblos dalam pemilu.

“Tentunya ini menjadi tema yang sangat menggelitik untuk kita diskusikan dan eksplorasi lebih dalam. Mudah-mudahan dengan pelaksanaan FGD ini, kontroversi soal Hak Pilih orang gila ini bisa kita pahami lebih jernih, terutama ditinjau dari perspektif akademis,” ujarnya di Aula Fakultas Hukum UMSU Lantai IV Gedung C Jl. Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan. Jum’at (30/12/2018).

Sementara itu. Wakil Dekan I FH UMSU Zainuddin SH MH dalam sambutannya ketika membuka acara  menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Acara FGD tersebut. Ia mengatakan, bahwa dalam konteks ajaran Islam disebutkan bahwa ada tiga golongan yang terbebas dari hukuman, yakni anak-anak, orang tertidur dan orang gila.

“Hari ini yang coba mau kita bahas adalah terkait hak pilih orang gila. Mudah-mudahan kegiatan FGD ini akan memberikan pencerahan bagi kita semua, terutama terkait tema yang jadi pembicaraan,” kata Zainuddin.(*)

ARTIKEL TERKAIT