Anggaran Militer Diaudit Secara Tak Langsung pada Kecelakaan Hercules

Shohibul Anshor Siregar
Shohibul Anshor Siregar

Oleh: Shohibul Anshor Siregar
Dosen Sosiologi Politik FISIP UMSU
Koordinator Umum ‘nBASIS

* * *

Di Indonesia sangat lazim terjadi bahwa di balik sebuah peristiwa (kecelakaan) akhirnya terungkap audit secara tak langsung. Setelah kecelakaan Air Asia tahun lalu, akhirnya publik tahu bahwa di lingkungan Kementerian Perhubungan banyak sekali ketidakberesan. Ketidakberesan itu banyak yang terlupakan pembenahannya setelah pemberitaan tentang masalah itu mulai reda.

Jatuhnya pesawat  Hercules milik TNI AU di Medan beberapa hari lalu juga telah mengungkap fakta bahwa pesawat itu memang sudah cukup tua, konon adalah buatan tahun 1964. TB Hasanudin, Ketua Komisi I DPR, yang sudah beberapa periode duduk di komisi yang membidangi pertahanan menyatakan bahwa dalam catatannya, dari 24 pesawat Hercules yang dimiliki TNI AU, hanya 14 yang laik terbang dan dioperasikan, termasuk Hercules tipe B sama dengan yang jatuh di Medan ini, yang tinggal tersisa dua dan diperintahkan untuk tidak diterbangkan guna evaluasi.

indexSaya sependapat dengan TB Hasanudin bahwa evaluasi seluruh kebijakan tentang alat utama sistem pertahanan, termasuk pesawat-pesawat TNI AU sangat mendesak dilakukan saat ini mengingat sejak 2009 terjadi setidaknya tujuh kecelakaan.

Pada tahun 2013, sebagaimana pernah dilansir oleh World Bank, anggaran pertahanan yang bervariasi di beberapa negara, khususnya sekitar ASEAN dapat mengindikasikan kondisi pertahanan masing-masing negara. Singapura dengan luas wilayah 697 km2 dan dengan penduduk  5.640.302 jiwa memiliki anggaran sebesar 3,3% dari US$ 297,941 miliar, yakni US$ 9,832 miliar atau sebesar Rp 114,051 triliun.

Brunei Darussalam dengan luas wilayah 5.756 km2 dan dengan penduduk sekitar 500.000 jiwa mengalokasikan anggaran militer sebesar 2,6% dari US$ 16,111 miliar, yakni US$ 418,886 juta atau sebesar Rp 4,859 triliun. Vietnam dengan luas wilayah 331.210 km2 dan penduduk sekitar 92.477.857 memiliki anggaran militer sebesar 2,2% dari US$ 171,391 miliar, yakni US$ 3,770 miliar atau sebesar Rp 43,738 triliun. Kamboja yang luasnya 181.035 km2 dengan penduduk sekitar 15 juta lebih memiliki anggaran militer sebesar 1,6% dari US$ 15,249 miliar, yakni US$ 243,984 juta atau sebesar Rp 2,830 triliun.

Malaysia dengan luas wilayah 329.847 km2 dan dengan penduduk sekitar 30 juta memiliki anggaran sebesar 1,5% dari US$ 312,435 miliar, yakni US$ 4,686 miliar atau sebesar Rp 54,363 triliun. Thailand dengan luas wilayah 513.120 km2 dan dengan penduduk 67.448.120 jiwa memiliki anggaran sebesar 1,5% dari US$ 387,252 miliar, yakni US$ 5,808 miliar atau sebesar Rp 67,381 triliun. Filipina dengan penduduk 86.241.697 dan luas wilayah sebesar 1,3% dari US$ 272,017 miliar, yakni US$ 3,536 miliar atau sebesar Rp 41,020 triliun.

Indonesia dengan luas wilayah sekitar 1.904.569 km2 dan dengan penduduk 250 juta lebih hanya memiliki anggaran sebesar 0,9% dari US$ 868,345 miliar, yakni US$ 7,815 miliar atau sebesar Rp 90,655 triliun. Sedangkan Laos dengan luas wilayah 236.800 km2 dan dengan jumlah penduduk sekitar 6.695.166 memiliki anggaran sebesar 0,2% dari US$ 11,141 miliar, yakni US$ 22,282 juta atau sebesar Rp 258,471 miliar.

indexMemang, dari data tersebut tercatat anggaran Indonesia merupakan anggaran nominal paling besar kedua, setelah Singapura. Hanya saja, jika melihat persentase terhadap PDB, maka Indonesia memiliki persentase kedua paling kecil.

Jika kita bandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah, kita akan mendapatkan proporsi dan perbandingan yang menyedihkan juga.

Komersialisasi
Terbukanya fakta adanya penumpang sipil di dalam pesawat militer yang sedang bertugas bukan saja terjadi kali ini. Tetapi kita tidak tahu pengaturan tentang ini, dan secara umum dianggap pesawat militer tidak boleh digunakan di luar peruntukannya yang sudah ditetapkan.

Mungkin ada yang bertanya, apakah keluarga militer juga tidak boleh menumpang pesawat militer yang sedang bertugas? Ini harus dibuat menjadi jelas. (*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda