Terkait MH-17, Malaysia ingin Bentuk Pengadilan Internasional

0327176MalaysiaAirlines141405622115-preview780x390

KABARHUKUM | Pemerintah Malaysia menyatakan hendak membentuk pengadilan internasional untuk menyidang tersangka pelaku penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17.

Niat pemerintah Malaysia itu disampaikan kepada Duta Besar Selandia Baru untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Gerard van Bohemen, yang pada Juli ini mengetuai Dewan Keamanan PBB.

Dalam keterangan kepada pers, seperti di lansir BBC, Van Bohemen mengatakan Malaysia telah “menjelaskan kepada anggota dewan mengenai niat mereka untuk mencapai resolusi terkait dengan MH17.”

“Mereka mencoba mencari mekanisme untuk menangani pertanggungjawaban kriminal sehubungan dengan jatuhnya pesawat itu.”

index

Dia menambahkan, proposal gabungan itu melibatkan Malaysia, Australia, Belanda, Belgia dan Ukraina.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, mengatakan rencana itu “tidak tepat waktu dan kontraproduktif,” sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Sejumlah diplomat yang tidak ingin identitasnya disebarkan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Rusia menilai proposal itu prematur.

Mereka mengatakan Rusia percaya bahwa dewan seharusnya menunggu hasil penyelidikan yang masih berjalan.
Pemimpin separatis telah menyangkal tuduhan mereka menggunakan rudal anti-pesawat untuk menyerang pesawat itu.

Pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh pada Juli 2014 sehingga menewaskan seluruh 298 penumpang dan awaknya.

Ketika ditembak, pesawat tersebut melintas di atas wilayah yang dikuasai pemberontak pro-Rusia di timur Ukraina.

Pemimpin separatis telah menyangkal tuduhan mereka menggunakan rudal anti-pesawat untuk menyerang pesawat itu.

Kebanyakan penumpang pesawat itu adalah warga Belanda, namun juga terdapat warga Malaysia, Australia dan Inggris.
Belanda kini sedang memimpin penyelidikan multi-negara namun pihak Rusia juga sedang menginvestigasi kasus itu.

Belanda kini sedang memimpin penyelidikan multi-negara namun pihak Rusia juga sedang menginvestigasi kasus itu.

Rusia menolak tuduhan bahwa mereka memasok rudal-rudal anti-pesawat kepada pemberontak Ukraina yang digunakan untuk menembaki pesawat itu.

Mereka mengklaim pasukan Ukraina lah yang menyebabkan jatuhnya MH17.

Sebuah laporan awal dari Belanda mengatakan pesawat itu pecah setelah dihantam oleh “benda berkecepatan tinggi”.

Komentar Anda